News

ZAMP Tirta Pakuan, Minum dari Keran, Benarkah Sudah Aman?

×

ZAMP Tirta Pakuan, Minum dari Keran, Benarkah Sudah Aman?

Sebarkan artikel ini
IMG 20251125 WA0049
Direktur Umum Perumda Tirta Pakuan, Rivelino Rizky, memberikan penjelasan terkait jaminan kualitas air bersih dan program Zona Air Minum Prima (Kis/ist)

KITAINDONESIASATU.COM- Di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas air tanah yang kerap tampak jernih namun menyimpan risiko pencemaran, Perumda Tirta Pakuan menegaskan komitmennya menyediakan air aman dan sehat bagi pelanggan.

Melalui program Zona Air Minum Prima (ZAMP) serta pemantauan kualitas air secara berkala di Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan sumber air baku, perusahaan daerah ini memastikan air yang dialirkan ke rumah-rumah warga jauh lebih terjamin ketimbang penggunaan air tanah yang rentan tercemar limbah rumah tangga, industri, hingga bakteri berbahaya seperti E.coli. Untuk diketahui, air tanah yang tampak jernih tidak selalu aman untuk dikonsumsi.

Di sejumlah wilayah, air tanah bahkan berpotensi tercemar limbah rumah tangga, industri, hingga kotoran hewan. Tanpa disadari, konsumsi air tanah yang tidak teruji kualitasnya dapat membawa bakteri E.coli, kandungan zat besi berlebih, hingga logam berat ke dalam tubuh.Kondisi ini semakin berisiko bagi anak-anak yang jauh lebih rentan terhadap dampak pencemaran air.

Mengonsumsi air yang terkontaminasi dapat memicu gangguan perkembangan fisik maupun mental dalam jangka panjang.

Direktur Umum Perumda Tirta Pakuan, Rivelino Rizky, menegaskan bahwa air yang dialirkan pihaknya kepada pelanggan telah melalui proses pengawasan ketat. Menurutnya, jaminan kualitas air tidak hanya bergantung pada proses pengolahan, tetapi juga keberlanjutan pemantauan di lapangan.

“Perumda Tirta Pakuan menjamin air yang dialirkan ke pelanggan sehat dan bersih, hal ini juga didukung oleh program seperti ZAMP dan pemantauan kualitas air secara rutin, seperti pengecekan di IPA dan sumber air baku,” ungkap Rivelino kepada wartawan pada Selasa 25 November 2025.

Ia menjelaskan, program ZAMP dirancang untuk memastikan air minum berkualitas prima, aman langsung dikonsumsi dari keran tanpa dimasak serta bebas bakteri dengan nilai pH sesuai standar kesehatan.

“Program ZAMP ini bertujuan untuk menyediakan air minum berkualitas prima, yang layak diminum langsung dari keran tanpa dimasak, aman dari bakteri, dan memiliki pH sesuai standar kesehatan,” tegasnya.

Rivelino menambahkan, kualitas air produksi Perumda Tirta Pakuan telah memenuhi standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan, termasuk tingkat kekeruhan atau NTU yang berada di bawah angka 5.

“Hal itu berarti sudah memenuhi standar lebih ketat dibanding persyaratan minimum (<3 NTU),” jelasnya.

Selain mengimbau masyarakat memanfaatkan air bersih yang telah terjamin kualitasnya, Rivelino juga memberikan perhatian khusus pada penggunaan air tanah yang masih banyak dilakukan warga.

Ia menekankan pentingnya memastikan sanitasi penampungan air tanah agar tidak menjadi sumber masalah kesehatan.

“Apabila air tanah disimpan di dalam tangki penampungan air, pastikan tangki selalu ditutup untuk mencegah masuknya hewan atau paparan zat kimia berbahaya,” ujarnya.

Rivelino mengingatkan, sumur penampungan air tanah harus dibuat dengan kedalaman tertentu guna mencegah masuknya polutan dari permukaan tanah.

“Pastikan sumur penampungan air tanah dibuat dengan kedalaman tertentu agar tidak terkontaminasi oleh polutan dari permukaan. Oleh karena itu, penting untuk memastikan lebih dulu kebersihannya sebelum digunakan. Jika Anda memanfaatkan air tanah yang tidak bersih, hal ini justru dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan,” paparnya.

Dengan pengawasan terukur dan program berbasis kualitas, Perumda Tirta Pakuan kembali menegaskan pentingnya akses air bersih sebagai salah satu fondasi kesehatan masyarakat, sekaligus mengajak warga semakin cerdas memilih sumber air untuk kebutuhan sehari-hari. (Nicko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *