KITAINDONESIASATU.COM – Pelantikan Presiden Terpilih Prabowo Subianto tinggal menghitung hari lagi. Secara bersamaan, posisi menteri pun terus menjadi perbincangan demi mendukung pemerintahan.
Namun ternyata, ketika banyak orang anggota yang ingin mendapat jabatan tersebut, ada tiga orang yang jelas-jelas sudah menolak untuk menjadi menteri. Meski begitu mereka mengaku akan tetap membantu Prabowo namun diluar struktur pemerintahan.
Orang pertama yang menolak menjadi menteri adalah adik kandung Prabowo sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo. Ia menegaskan tak akan menjadi menteri di pemerintahan kakaknya tersebut meski sempat ditawari posisi menteri oleh Prabowo.
“Saya ditawarkan tapi saya menolak, saya kira lebih baik saya di luar,” kata Hashim yang dikutip Minggu (29/9).
Berikutnya adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan juga menolak menjadi menteri. Namun, Luhut mengaku siap membantu dalam ranahnya sebagai penasihat.
“Saya sudah sampaikan, beliau sudah minta. Saya sampaikan kalau untuk jadi menteri, saya tidak, tapi saya siap membantu sesuai permintaan beliau sebagai penasihat kalau itu masih diminta,” kata Luhut.
Usai masa jabatannya sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi berakhir, Luhut mengaku memilih untuk menikmati masa pensiun.
Terakhir, Khofifah Indar Parawansa yang kini kembali maju sebagai calon gubernur Jawa Timur pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024. Ia juga mengaku menolak tawaran kursi menteri karena ini fokus di Jawa Timur saja bersama pasangannya Emil Dardak. (*)
