KITAINDONESIASATU.COM – Ketegangan di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) semakin memuncak. Setelah beredarnya risalah Rapat Harian Syuriyah yang meminta Ketua Umum PBNU, Gus Yahya Cholil Staquf, mundur, kini Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar mengambil langkah tegas dengan mencabut mandat Charles Holland Taylor sebagai Penasihat Khusus Ketua Umum PBNU untuk Urusan Internasional.
Keputusan pencabutan ini tertuang dalam Surat Edaran yang ditandatangani oleh Rais Aam PBNU tertanggal 22 November 2025. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari keputusan Rapat Harian Syuriyah PBNU pada 20 November 2025.
Holland Taylor menjadi sorotan utama dan pemicu utama gejolak internal karena dianggap terafiliasi dengan jaringan Zionisme internasional. Ia disebut-sebut berperan penting dalam mengundang Peter Berkowitz, seorang aktivis pro-Israel garis keras, sebagai narasumber dalam kegiatan Akademi Kepemimpinan Nasional (AKN) Nahdlatul Ulama.
Aksi mengundang narasumber pro-Zionis tersebut dinilai oleh Syuriyah PBNU telah melanggar nilai dan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyyah serta mencemarkan nama baik organisasi.
Pencabutan mandat Holland Taylor ini menjadi penegasan sikap keras Syuriyah terhadap isu-isu yang bertentangan dengan prinsip organisasi dan komitmen NU terhadap Palestina.


