KITAINDONESIASATU.COM – Sebanyak 49 nama calon penerima gelar Pahlawan Nasional telah diserahkan oleh Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) kepada Presiden Prabowo Subianto. Penyerahan ini dilakukan menjelang peringatan Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November.
Dari puluhan nama tersebut, dua sosok yang memicu sorotan publik adalah Presiden ke-2 RI Jenderal Besar TNI (Purn.) Soeharto dan aktivis buruh Marsinah. Selain itu, Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), juga termasuk dalam daftar yang diseleksi.
Menteri Kebudayaan sekaligus Ketua Dewan GTK, Fadli Zon, mengonfirmasi bahwa 49 nama ini merupakan gabungan dari usulan baru dan carry over dari tahun sebelumnya. Ia memastikan bahwa semua nama yang diusulkan telah melalui proses kajian mendalam dan dianggap memenuhi syarat.
Pencantuman nama Soeharto, meskipun memicu pro dan kontra terkait isu pelanggaran HAM masa Orde Baru, dinilai oleh Dewan GTK layak dilihat dari jasa-jasa positifnya, seperti keberhasilan swasembada pangan. Sementara itu, masuknya Marsinah diapresiasi sebagai pengakuan atas perjuangan hak-hak buruh yang menginspirasi banyak pihak.
Keputusan akhir mengenai penerima gelar Pahlawan Nasional dijadwalkan akan diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto bertepatan dengan Hari Pahlawan 2025.(*)

