Berita UtamaSosok

Inspiratif! Ron Sim, Sang Miliarder di Balik Merek Kursi Pijat OSIM

×

Inspiratif! Ron Sim, Sang Miliarder di Balik Merek Kursi Pijat OSIM

Sebarkan artikel ini
FotoJet 29 1
Ron Sim, Sang Miliarder Singapura

KITAINDONESIASATU.COM – OSIM telah menjadi merek besar dalam produk lifestyle rumah tangga di Asia. Produknya yang terkenal adalah kursi pijat mewah. Kesuksesan perusahaan ini tidak terlepas dari sosok Ron Sim, seorang pengusaha asal Singapura.

Ron Sim merupakan miliarder yang masuk dalam daftar orang terkaya di Singapura menurut Forbes, dengan kekayaan bersih mencapai USD 1,3 miliar atau sekitar 18 triliun.

Kekayaannya berasal dari perusahaan yang didirikannya meskipun harus melewati berbagai tantangan.

Sejak usia 9 tahun, Ron telah berwirausaha dengan menjual mie udang Hokkien dari rumah ke rumah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

BACA JUGA: Kisah Sukses Duet Hartono, Kuasai Pasar Saham dan Jadi Orang Terkaya di Indonesia

Ia lahir dalam keluarga yang memiliki tujuh anak dan tinggal di rumah kecil. Setiap pulang sekolah, ia bekerja dan meraih keuntungan sebesar 50-80 sen per hari, jumlah yang cukup signifikan untuk anak seusianya.

Baca Juga  Ahmad Sahroni Ditunjuk Jadi Ketua Tim Pemenangan Ridwan Kamil di Pilkada Jakarta 

Setelah menyelesaikan sekolah, Ron memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang diploma. Namun, ia memilih untuk bekerja karena keterbatasan ekonomi keluarganya. Ia mengambil pekerjaan sambilan mulai dari pekerja konstruksi hingga penjual asuransi.

Pada tahun 1980, dengan modal tabungan, Ron mendirikan perusahaan ritel bernama Sim Trading Company di People’s Park Complex, yang menjual berbagai barang bekas seperti panci, wajan, dan produk pijat refleksi kaki.

Namun, lima tahun kemudian, perusahaan tersebut menghadapi krisis akibat resesi parah pada tahun 1985.

Dari pengalaman pahit ini, Ron belajar bahwa penting untuk menemukan strategi pasar yang tepat untuk bertahan.

Baca Juga  Transformasi Chairul Tanjung dari Anak Singkong Jadi Miliarder

Melalui pengalaman bertahun-tahun sebagai pedagang dan pengecer, ia menyaksikan perkembangan pasar ke arah peralatan kesehatan dan gaya hidup dari berbagai produsen luar negeri.

Akhirnya, Ron memutuskan untuk mengkhususkan produknya dalam mesin pijat.

Setelah belajar dari resesi di Singapura, Ron mulai melakukan diversifikasi dan memperluas jangkauannya ke Hong Kong pada tahun 1986, Taiwan pada tahun 1987, Malaysia pada tahun 1992, dan Daratan China pada tahun 1993.

Pada 1990, perusahaannya berganti nama menjadi OSIM, merek kesehatan dan gaya hidup yang terkenal dengan kursi pijat bergaya shiatsu Jepang.

OSIM mulai go internasional pada tahun 2000, menjual lebih dari 25 persen sahamnya dalam kesepakatan bernilai USD 120 juta.

Baca Juga  Francesco Bagnaia Juara Sprint Race MotoGP Mandalika 2024, Ini Sekilas Profilnya

Pada tahun 2013, OSIM dilaporkan menghasilkan pendapatan tahunan lebih dari USD 648 juta dan mencapai kapitalisasi pasar USD 980 juta pada tahun 2016.

OSIM diakui sebagai salah satu dari 10 merek kursi pijat teratas di dunia dengan lebih dari 413 outlet di 88 kota, menurut riset dari TechNavio yang berbasis di Inggris.

OSIM terus mengembangkan mesin pijat dengan teknologi terbaru, termasuk peluncuran kursi pijat gaming yang bekerja sama dengan Acer Predator, yang menjadi viral di internet.

Meski menghadapi pasang surut dalam bisnis, Ron Sim menganggap perubahan sebagai hal yang wajar.

Jalur ekonomi tidak pernah linier, dan siklus pasar biasanya berubah setiap 10 tahun. Menurutnya, kunci untuk bertahan dalam bisnis adalah kemampuan untuk beradaptasi.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *