KITAINDONESIASATU.COM – Sesi wawancara cegat atau doorstop akan ditiadakan pihak istana saat Prabowo Subianto menjabat sebagai Presiden. Hal itu disebut agar nantinya informasi yang disampaikan presiden tidak menjadi simpang siur.
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi mengatakan, rencana Istana untuk meniadakan sesi wawancara cegat atau doorstop wartawan. Sehingga wartawan yang bertugas di istana nantinya tidak menyampaikan informasi yang disampaikan presiden tidak menjadi simpang siur.
“Ini misalnya presiden lagi di pasar, ditodong pertanyaan ini. Kita ingin supaya nanti tidak simpang siur,” kata Hasan, yang dikutip, Kamis (26/9).
Menurut Hasan, tak semua pertanyaan dari wartawan itu bisa langsung dijawab oleh presiden. Karena terkadang presiden harus mengonfirmasinya dulu pada menteri, dirjen, kepala badan, hingga kepala lembaga.
“Hal itu dilakukan demi mendapatkan informasi pasti dan data yang lebih detail. Jadi kita buat seperti supaya nggak kaget-kaget presiden ditanya dengan pertanyaan-pertanyaan dadakan,” ujar Hasan.
“Kadang-kadang kita harus cek ke menteri, cek ke dirjen, cek ke kepala badan, kepala lembaga untuk tahu progres pastinya, data yang lebih detailnya,” terang Hasan.
Selain tidak ada doorstop, kata Hasan, nantinya akses jurnalis akan dibatasi saat Prabowo menjabat sebagai presiden. Terlebih Prabowo hanya akan menyampaikan keterangan resmi saja.
“Nanti juga presiden kan enggak setiap waktu juga bisa diakses oleh teman-teman wartawan. Kita juga enggak pengen misalnya presiden itu ditanya setiap saat untuk hal-hal yang sebenarnya belum terkonfirmasi,” imbuhnya.
“Jadi nanti presiden kalau bicara di depan pers rutin misalnya ada press briefing yang rutin itu hal-hal yang sudah terkonfirmasi,” ungkap Hasan.
Nantinya, sambung Hasan, Kantor Komunikasi Kepresidenan disebut akan terlebih dulu menghimpun pertanyaan awak media dalam sepekan sebelum menjadwalkan press briefing. Meski demikian, press briefing itu pun belum tentu selalu dihadiri Prabowo.
“Kalau presidennya berkenan, boleh ia tampil. Kalau nggak, ya, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan yang tampil, on behalf presidennya. Yang penting kan informasi ini keluar dari kantor kepresidenan.”
“Bisa dibuat kan jadwalnya (Prabowo yang berbicara) itu. Kan orang juga butuh quote presiden. Nah, (press briefing menyampaikan) hal-hal yang sudah pasti sudah konklusif, sudah terkonfirmasi,” jelas Hasan. (*)

