KITAINDONESIASATU.COM – Menurut sebuah studi internasional para ahli Universitas Sydney Australia dan Universitas Europea Spanyol mengungkap manfaat berjalan kaki secara rutin.
Disebutkan dalam penelitian itu berjalan kaki terus menerus setidaknya selama 10-15 menit setiap kali mengurangi risiko penyakit kardiovaskular hingga 67 persen, dibandingkan dengan orang yang mengambil jumlah langkah yang sama tetapi membaginya ke dalam banyak interval pendek.
Penelitian yang baru-baru ini diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine difokuskan pada analisis dampak berjalan kaki terhadap kesehatan kardiovaskular pada orang yang tidak banyak bergerak.
Para penulis menganalisis data dari 33.560 orang dewasa berusia 40-79 tahun yang berjalan kurang dari 8.000 langkah sehari.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang berjalan satu atau dua kali dengan durasi setidaknya 10-15 menit sehari memiliki risiko kematian dan kejadian kardiovaskular yang jauh lebih rendah, seperti serangan jantung atau stroke, dibandingkan kelompok yang hanya berjalan jarak sangat pendek (kurang dari 5 menit).
Secara spesifik, risiko kejadian kardiovaskular pada kelompok jalan kaki jarak jauh mencapai 4 persen, sementara kelompok jalan kaki jarak pendek mencapai 13 persen.
Manfaatnya lebih terasa pada mereka yang paling banyak duduk atau kurang dari 5.000 langkah per hari, dengan risiko penyakit kardiovaskular turun dari 15 persen menjadi 7 persen dan risiko kematian turun dari 5 persen menjadi kurang dari 1 persen ketika setiap sesi jalan kaki berlangsung hingga 15 menit.
Dr Matthew Ahmadi, Wakil Direktur Mackenzie Centre for Wearable Research Universitas Sydney, salah satu penulis studi tersebut, mengatakan perubahan dari jalan kaki terputus-putus menjadi jalan kaki terus-menerus yang lebih lama hanya sekali atau dua kali sehari dengan kecepatan tetap dapat membawa manfaat kesehatan yang signifikan bagi orang yang tidak banyak bergerak.
Begitu juga diungkapkan Profesor Emmanuel Stamatakis, penulis utama studi tersebut, menekankan bahwa orang yang hanya sedikit berolahraga pun dapat meningkatkan kesehatan kardiovaskularnya dengan mempertahankan durasi jalan kaki minimal 10-15 menit setiap sesi bila kondisinya memungkinkan.
Sehingga tidak dapat dipungkiri jika berjalan kaki memiliki dampak positif besar bagi kardiovaskular, seperti meningkatkan kebugaran jantung dan paru-paru, memperlancar sirkulasi darah, hingga menurunkan tekanan darah, dan mengurangi risiko penyakit jantung.
Rutin berjalan kaki dapat memperkuat otot jantung, mengurangi kadar kolesterol jahat, serta meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh, menjadikannya aktivitas yang efektif untuk menjaga kesehatan jantung secara keseluruhan.
Dampak utama berjalan kaki terhadap kardiovaskular antara lain:
- Meningkatkan kebugaran kardiovaskular
Berjalan kaki membuat jantung bekerja lebih keras dan memasok lebih banyak oksigen ke seluruh tubuh, yang meningkatkan kapasitas paru-paru dan efisiensi jantung. - Memperkuat otot jantung
Aktivitas ini membantu memperkuat otot jantung, memungkinkan jantung memompa darah lebih efisien ke seluruh tubuh. - Memperbaiki sirkulasi darah
Berjalan kaki membantu memperlancar peredaran darah ke seluruh tubuh, termasuk ke jantung, dan dapat mengurangi risiko penyumbatan pembuluh darah. - Menurunkan tekanan darah
Aktivitas fisik ini dapat membantu menurunkan tekanan darah sistolik maupun diastolik secara signifikan, yang sangat bermanfaat bagi penderita hipertensi. - Mengurangi risiko penyakit jantung
Dengan rutin berjalan kaki, risiko penyakit jantung koroner bisa berkurang hingga 30%.
Selain itu, berjalan kaki juga membantu menurunkan kadar kolesterol dan meningkatkan metabolisme.
- Mengatur detak jantung
Berjalan kaki membantu menjaga detak jantung tetap teratur dan mengurangi risiko aritmia (ganguan irama detak jatung). **





