KITAINDONESIASATU.COM – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, kembali menyoroti proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) dengan mengungkap dugaan kejanggalan serius, termasuk indikasi penggelembungan (mark-up) anggaran hingga tiga kali lipat.
Dikutip saat diskusi di kanal YouTube Forum Keadilan TV, Jumat 31 Oktober 2025, Mahfud membandingkan biaya pembangunan per kilometer Whoosh yang mencapai USD 52 juta, angka ini dinilainya sangat mahal dibandingkan proyek serupa di Tiongkok yang hanya berkisar USD 17–18 juta per kilometer.
Mahfud juga menyoroti keanehan dalam pergeseran mitra proyek, yang awalnya direncanakan dengan Jepang, namun dialihkan ke Tiongkok dengan nilai pinjaman yang justru meningkat dan bunga yang jauh lebih tinggi.
Selain itu, ia mempertanyakan transparansi dokumen dan skema penjaminan utang, dikhawatirkan dapat membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menanggapi sorotan ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan telah memulai tahap penyelidikan terhadap dugaan korupsi dalam proyek Whoosh sejak awal tahun. Mahfud MD, yang sebelumnya sempat didesak untuk membuat laporan resmi, menegaskan kesediaannya untuk hadir dan memberi keterangan jika dipanggil oleh KPK.
Mahfud MD berharap KPK dapat menelusuri secara tuntas siapa pihak yang bertanggung jawab atas pembengkakan biaya fantastis tersebut. Mahfud bahkan menegaskan bahwa secara hukum, KPK memiliki kewenangan untuk memanggil siapa pun yang dianggap terkait, termasuk pejabat kunci yang terlibat dalam proyek besar ini yakni mantan Presiden Jokowi. (*)

