Sport

Penolakan Atlet Israel Picu Ancaman IOC, Erick Thohir Ungkap Alasan Keamanan Jadi Pertimbangan Utama

×

Penolakan Atlet Israel Picu Ancaman IOC, Erick Thohir Ungkap Alasan Keamanan Jadi Pertimbangan Utama

Sebarkan artikel ini
Rachland Nashidik Dukung Pramono Anung Tolak Atlet Israel
Rachland Nashidik Dukung Pramono Anung Tolak Atlet Israel

KITAINDONESIASATU.COM – Kontroversi penolakan atlet senam asal Israel untuk tampil di Kejuaraan Dunia Senam Artistik di Indonesia kini semakin berkembang.

Pihak Israel bersikeras agar para atletnya tetap bisa ikut bertanding. Bahkan, menurut Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, mereka sempat ingin membawa satuan keamanan sendiri untuk mengawal para atlet selama berada di Indonesia.

Erick Thohir menjelaskan bahwa alasan utama Indonesia menolak kehadiran atlet Israel adalah faktor keamanan. Ia menilai situasi di lapangan berpotensi menimbulkan risiko, mengingat sentimen masyarakat Indonesia terhadap Israel masih sangat kuat akibat konflik dengan Palestina.

“Nanti kalau atlet Israel ketika di sini kenapa-kenapa, gimana? Kan kita pasti mengerti bagaimana perasaan masyarakat Indonesia kepada Israel,” ungkap Erick Thohir, dikutip Jumat 24 Oktober 2025.

Namun, pihak Israel menolak alasan tersebut.

“Mereka bahkan meminta perlakuan khusus, termasuk untuk membawa tim keamanan untuk mengawal atletnya,” lanjut Erick Thohir.

Isu yang beredar menyebut, tim keamanan dari Israel tersebut bahkan ingin membawa senjata. Meski begitu, Erick enggan memberikan konfirmasi terkait kabar tersebut.

Keputusan Indonesia yang menolak pemberian visa kepada enam atlet Israel — yaitu Artem Dolgpyat, Eyal Indig, Ron Payatov, Lihie Raz, Yali Shoshani, dan Roni Shamay — membuat Komite Olimpiade Internasional (IOC) turun tangan. Upaya banding Federasi Senam Israel ke Pengadilan Arbitrase Olahraga pun gagal, sehingga para atlet tetap tidak bisa bertanding di Jakarta.

Sebagai respon, IOC mengeluarkan dua ancaman serius kepada Indonesia. Pertama, mereka memutus dialog mengenai rencana Indonesia untuk menjadi tuan rumah Olimpiade di masa depan. Kedua, IOC meminta federasi olahraga internasional lain agar tidak menggelar kejuaraan di Indonesia sampai negara ini menjamin kebebasan bagi seluruh atlet untuk berpartisipasi tanpa diskriminasi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *