Lifestyle

5 Kebiasaan Finansial Buruk yang Harus Dihentikan agar Hidup Lebih Sejahtera

×

5 Kebiasaan Finansial Buruk yang Harus Dihentikan agar Hidup Lebih Sejahtera

Sebarkan artikel ini
5 Kebiasaan Finansial Buruk yang Harus Dihentikan agar Hidup Lebih Sejahtera
5 Kebiasaan Finansial Buruk yang Harus Dihentikan agar Hidup Lebih Sejahtera

KITAINDONESIASATU.COM – Mengubah kebiasaan finansial yang buruk merupakan langkah penting menuju kehidupan yang lebih baik.

Dalam bukunya “The Psychology of Money”, Morgan Housel menegaskan bahwa perilaku seseorang terhadap uang memiliki pengaruh yang jauh lebih besar dibandingkan tingkat pengetahuan atau pendidikan formalnya.

Dengan kata lain, memahami teori keuangan tidak menjamin seseorang bisa mengatur uangnya dengan bijak jika masih terbiasa boros atau konsumtif.

Itulah sebabnya, kasus seperti orang berpendidikan yang tertipu investasi bodong, pegawai yang terlilit pinjaman online, atau ASN yang menanggung utang kartu kredit, masih sering terjadi.

Masalah utama bukan pada kurangnya wawasan, melainkan pada perilaku finansial yang salah.

Lalu, apa saja kebiasaan keuangan buruk yang sebaiknya segera dihentikan agar tidak menimbulkan kerugian di masa depan?

Berikut penjelasannya, dikutip dari laman DJKN Kementerian Keuangan.

1. Tidak Bersyukur dan Suka Membandingkan Diri

Kurangnya rasa syukur sering menjadi akar dari perilaku finansial yang buruk.

Keinginan untuk selalu memiliki lebih tidak akan pernah berakhir, karena manusia cenderung terjebak dalam persaingan tanpa batas.

2. Lupa Menabung

Jangan menunggu ada uang sisa untuk menabung.

Sebaliknya, sisihkan dana tabungan di awal bulan agar menjadi prioritas utama.

Kebiasaan ini menumbuhkan kedisiplinan dan menciptakan pondasi keuangan yang sehat.

3. Tidak Memiliki Anggaran (Budgeting)

Meski memiliki penghasilan tetap, tanpa perencanaan anggaran yang jelas seseorang bisa kehilangan kendali atas pengeluarannya.

Membuat budgeting membantu kita memastikan setiap rupiah digunakan untuk kebutuhan penting, sekaligus memotivasi agar lebih bijak dalam mencapai tujuan keuangan jangka panjang.

4. Pembelian Impulsif (Impulsive Buying)

Kebiasaan membeli barang secara spontan atas nama self-reward sering membuat pengeluaran membengkak.

Hal ini bisa menimbulkan tagihan yang sebenarnya tidak perlu.

Gunakan kartu kredit secara bijak dan tetapkan batas yang jelas untuk penghargaan diri agar tidak terjebak dalam gaya hidup konsumtif.

5. Hedonisme Berkedok “Menikmati Hidup”

Tanpa disadari, gaya hidup hedonis kini menjadi tren yang dianggap wajar.

Banyak orang mengejar kemewahan hanya demi gengsi atau pengakuan sosial, bahkan rela menghabiskan waktu dan uang untuk mengikuti gaya hidup influencer yang menampilkan kemewahan semu. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *