KITAINDONESIASTU.COM-Hampir setiap hari, petugas Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) menorehkan prestasi dan aksi kemanusiaan yang membuat warga masyarakat semakin mengandalakan pertolongan petugas Damkar. Seperti yang baru saja dilakukan petugas Dinas Damkar Kota Tangerang Selatan, Sabtu (18/20/202).
Dalam aksi kemanusiaan kemarin, Tim Rescue Alpha turun tangan membantu seorang pedagang balon dimana balonnya lepas dan tersangkut di ranting pohon setinggi sekitar 15 meter di Jalan AMD, depan Global School.
Awal kejadian ada seorang pedagang balon sedang melintas di lokasi tersebut, tiba-tiba ikatan balon dagangannya lepas dan terbang hingga tersangkut di dahan pohon tinggi. Karena khawatir kehilangan asetnya dan tidak berani memanjat, pedagang minta bantuan warga sekitar. Warga pun merespon permintaan pedagang balon dengan menghubungi petugas Damkar Tangsel.
Tak lama berselang, Tim Rescue Alpha tiba di lokasi dengan perlengkapan keselamatan lengkap. Dengan menggunakan tangga dan alat bantu, petugas berhasil mengevakuasi balon yang tersangkut di pohon dengan hati-hati agar balon tidak meletus tersangkut dahan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangerang Selatan, Ahmad Dohiri, mengakui timnya telah membantu pedagang balon. “Benar, Tim Rescue Alpha telah melaksanakan giat evakuasi balon milik pedagang yang tersangkut di pohon sekitar 15 meter. Lokasinya di Jalan AMD, depan Global School,” ujar Adam panggilan akrab Ahmad Dohiri.
Kata Adam, petugas Damkar tidak hanya bertugas memadamkan api, namun siap membantu warga yang mengalami berbagai kesulitan di lapangan. “Apa saja kesulitan warga In Shaa Allah bisa ditolong Tim Rescue Damkar. Kami mengabdi dengan ikhlas untuk masyarakat,” ujarnya.
Aksi sederhana namun penuh kepedulian ini menuai apresiasi dari warga sekitar. Mereka mengaku salut dengan kecepatan dan kesigapan petugas Damkar Tangsel yang siap membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Semoga semangat para petugas Damkar di Seluruh Indonesia tidak akan surut dan tetap mengabdi kepada masyarakat dengan iklas. (*)
