Sepakbola

Kronologi Proses Pemain Naturalisasi Malaysia Diduga Berdokumen Palsu

×

Kronologi Proses Pemain Naturalisasi Malaysia Diduga Berdokumen Palsu

Sebarkan artikel ini
pemain naturalisasi malaysia
Ilustrasi 7 pemain naturalisasi di Malaysoa diduga dipalsukan seolah punya hubungan khusus dengan Malaysia

KITAINDONESIASATU.COM – Persatuan Sepak Bola Malaysia (FAM) sedang diterpa masalah dugaan dokumen palsu dari 7 pemain naturalisasi Timnas Malaysia.

Kasus tersebut kini mendapatkan perhatian luas dari kalangan pecinta sepakbola di Malaysia, bahkan media Malaysia sendiri gencar memberitakan kasus ini.

Bahkan media mempertanyakan apakah FAM ingin meningkatkan daya saing tim nasional dengan mendatangkan pemain asing berdokumen palsu.

Oleh karena itu mereka mendesak Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk memaksa FAM membuka pembukuan pengeluarannya agar masyarakat tahu persis untuk apa dana 30 juta ringgit tersebut digunakan.

Berikut kronologi berdasarkan data yang diperoleh:

19 Maret 2025
Persatuan Sepak Bola Malaysia (FAM) mengirimkan permintaan kepada FIFA untuk memverifikasi kelayakan Hector Alejandro Hevel Serrano, disertai akta kelahiran yang menyatakan bahwa kakek pemain tersebut lahir di Melaka, Malaysia.

Baca Juga  Skor Akhir Torino vs Lazio, Il Toro Menang 2-0 di Kandang

20 Maret 2025
FAM terus mengirimkan permintaan verifikasi untuk Gabriel Felipe Arrocha, dengan akta kelahiran yang menunjukkan bahwa neneknya lahir di Melaka, Malaysia.

24 Maret 2025
FIFA menanggapi FAM, mengatakan bahwa berdasarkan dokumen yang diterima, Hector Hevel tampaknya memenuhi syarat untuk bermain untuk tim nasional Malaysia.

06 Juni 2025
FAM mengajukan aplikasi tambahan untuk 5 pemain lainnya, termasuk Facundo Tomas Garces, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, dan Jon Irazabal Iraurgui.

Setiap aplikasi disertai dengan akta kelahiran yang menyatakan bahwa mereka lahir di negara bagian Malaysia (Penang, George Town, Johor, atau Sarawak).

6 dan 9 Juni 2025
FIFA mengirimkan surat tanggapan, mengonfirmasi bahwa menurut dokumen yang diberikan oleh FAM, 5 pemain yang tersisa tampaknya memenuhi syarat.

Baca Juga  Kalahkan Malaysia 1-0, Timnas Futsal Indonesia Lolos ke Semifinal Piala AFF

10 Juni 2025
Ketujuh pemain naturalisasi turun ke lapangan dalam kualifikasi Piala Asia 2027 melawan Vietnam di Stadion Bukit Jalil.

Malaysia menang 4-0, dengan Figueiredo dan Holgado mencetak gol.

11 Juni 2025
FIFA menerima pengaduan resmi dari asosiasi anggota, yang meragukan keabsahan berkas naturalisasi para pemain, terutama waktu penyelesaian dan pengenalan yang terlalu cepat.

22 dan 28 Agustus 2025
Setelah melakukan penyelidikan, Komite Disiplin FIFA (FDC) secara resmi membuka proses disipliner terhadap FAM dan tujuh pemain, setelah menentukan bahwa akta kelahiran asli menunjukkan bahwa kakek-nenek mereka lahir di luar Malaysia, yang melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA.

22 Agustus 2025
Presiden FAM Joehari Ayub mengajukan pengunduran dirinya, dengan alasan kesehatan.

Baca Juga  Skor Tottenham vs MU 1-0, Setan Merah Masih Betah di Papan Bawah

22 September 2025
FAM dan para pemain mengirimkan tanggapan resmi, mengklaim bahwa mereka bertindak dengan itikad baik, berdasarkan dokumen yang dikonfirmasi oleh otoritas Malaysia.

25 September 2025
Wakil Ketua Komite Disiplin FIFA Jorge Palacio mengeluarkan putusan akhir kasus tersebut.

26 September 2025
Keputusan dan hukuman akan secara resmi dikirimkan kepada FAM dan para pemain yang terlibat.

6 Oktober 2025
FIFA mengirimkan dokumen terperinci setebal 19 halaman, yang menjelaskan dasar hukum, proses investigasi, dan alasan sanksi, kepada FAM dan pihak terkait.

15 Oktober 2025
Malaysia mengajukan banding atas hukuman FIFA.

Kini kasus tersebut terus bergulir dan menjadi tanda tanya besar akan keaslian dokumen yang dimiliki para pemain naturalisasi yang baru saja dilakukan oleh FAM.

Seperti kita ketahui masalah ini sekarang ramai dibicarakan masyarakat luas, bahkan media di Malaysia sendiri mengkritik FAM akan membuka pembukuan secara transparan ke masyarakat luas di Malaysia.

Seperti kita ketahui pada bulan Januari 2025, Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengumumkan anggaran sebesar 30 juta ringgit (7,1 juta USD) untuk mengembangkan tim sepak bola putra Malaysia, yang mana separuhnya akan berasal dari negara. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *