Viral

Mahasiswa Unud Ejek Korban Bunuh Diri di Grup WhatsApp, Akhirnya Minta Maaf dan Siap Terima Sanksi

×

Mahasiswa Unud Ejek Korban Bunuh Diri di Grup WhatsApp, Akhirnya Minta Maaf dan Siap Terima Sanksi

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa Unud Ejek Korban Bunuh Diri di Grup WhatsApp, Akhirnya Minta Maaf dan Siap Terima Sanksi
Mahasiswa Unud Ejek Korban Bunuh Diri di Grup WhatsApp, Akhirnya Minta Maaf dan Siap Terima Sanksi

KITAINDONESIASATU.COM – Kasus bunuh diri mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Udayana (Unud) berinisial TAS kembali menjadi perhatian publik.

Korban yang diketahui mengalami gangguan kesehatan mental semasa hidupnya, justru masih menjadi sasaran perundungan meski telah meninggal dunia.

Tragisnya, kematian TAS malah dijadikan bahan candaan oleh sejumlah mahasiswa kampusnya sendiri.

Dalam grup WhatsApp jurusan yang berisi mahasiswa Unud, mereka terlihat meledek korban yang jatuh dari lantai dua gedung kampus.

Beberapa di antara mereka bahkan menghina kondisi tubuh TAS saat proses evakuasi berlangsung.

Setelah tangkapan layar percakapan tersebut viral di media sosial, salah satu anggota grup bernama Vita akhirnya muncul dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Mahasiswa itu mengaku menyesali ucapannya yang tidak pantas terhadap korban.

“Saya sangat menyesal atas tindakan saya dan juga ketikan saya yang sangat tidak pantas kepada almarhum Kak T. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga, kerabat, dan juga pihak yang kecewa terhadap tindakan saya,” katanya pada Jumat, 17 Oktober 2025.

Meski begitu, Vita membantah pernah melakukan perundungan terhadap TAS semasa hidup korban.

“Saya sama sekali tidak mengenal dan juga saya tidak terlibat dalam perundungan kepada almarhum semasa hidupnya. Namun saya menyadari setelah peristiwa tindakan ini, saya sangat mengaku salah,” ujarnya.

Ia menegaskan siap menerima konsekuensi atas perbuatannya, termasuk sanksi dari pihak kampus.

Sebelumnya, Vita diketahui merupakan salah satu mahasiswa yang mengomentari kematian TAS dengan pernyataan mengejek, menyebut korban seharusnya melompat dari lantai yang lebih tinggi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *