Viral

Mahasiswa Unud Diduga Bunuh Diri Lompat dari Lantai Empat, Rekan Kampus Malah Ejek Korban

×

Mahasiswa Unud Diduga Bunuh Diri Lompat dari Lantai Empat, Rekan Kampus Malah Ejek Korban

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa Unud Diduga Bunuh Diri Lompat dari Lantai Empat, Rekan Kampus Malah Ejek Korban
Mahasiswa Unud Diduga Bunuh Diri Lompat dari Lantai Empat, Rekan Kampus Malah Ejek Korban

KITAINDONESIASATU.COM – Seorang mahasiswa Universitas Udayana (Unud) Denpasar, Bali, berinisial TAS (22) meninggal dunia setelah diduga bunuh diri dengan melompat dari lantai empat gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Korban yang merupakan mahasiswa semester tujuh Program Studi Sosiologi itu nekat mengakhiri hidupnya pada Kamis, 16 Oktober 2025.

Menurut keterangan Kasi Humas Polresta Denpasar, Kompol I Ketut Sukadi, seorang saksi mata sempat melihat TAS dalam keadaan panik sebelum kejadian.

“Kurang lebih 15 menit kemudian datang korban dari arah pintu lift, dengan posisi menggendong tas ransel dan memakai baju putih. Terlihat seperti orang panik dan seperti melihat-lihat situasi sekitar kampus,” ujar Sukadi, Kamis 16 Oktober 2025 malam.

Tak lama setelah itu, TAS melompat dari lantai empat dan jatuh di depan lobi gedung. Mahasiswa dan petugas keamanan kampus segera mengevakuasinya ke RSUP Prof IGNG Ngoerah, Denpasar.

Meski sempat mendapatkan perawatan medis, nyawa TAS tidak tertolong akibat pendarahan internal yang cukup parah.

Usai kejadian tragis tersebut, tangkapan layar percakapan grup mahasiswa beredar di media sosial. Ironisnya, sejumlah mahasiswa dari berbagai fakultas seperti FISIP, FKP, dan Kedokteran justru membuat komentar bernada ejekan.

Mereka bahkan menertawakan kematian TAS dan membandingkan fisiknya dengan konten kreator Kekeyi.

Perilaku itu memicu gelombang kecaman dari mahasiswa Unud lainnya serta warganet yang menilai tindakan tersebut sangat tidak berempati.

Menanggapi insiden tersebut, pihak fakultas memberikan sanksi pendidikan bagi mahasiswa yang terlibat dalam aksi bullying.

Wakil Dekan III FISIP Unud, I Made Anom Wiranata, mengumumkan keputusan itu dalam sidang organisasi mahasiswa (ormawa) yang diselenggarakan oleh DPM FISIP.

“Tadi saya sudah sampaikan kepada kaprodi. Saya akan menulis surat kepada yang bersangkutan agar diberikan sanksi pengurangan nilai softskill dan itu hanya terbatas pada satu semester,” ujar Anom dalam siaran langsung Instagram @dpmfisipunud, Kamis 16 Oktober 2025. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *