KITAINDONESIASATU.COM – Kasus meninggalnya mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Udayana (Unud) berinisial TAS memicu keprihatinan publik.
Mahasiswa semester VII Program Studi Sosiologi itu dikabarkan mengakhiri hidupnya dengan melompat dari lantai dua gedung kampus Unud di Jalan Sudirman, Denpasar, Bali.
Jasad TAS ditemukan tergeletak di depan lobi FISIP Unud pada Rabu pagi, 15 Oktober 2025. Ia diduga mengalami gangguan kesehatan mental sebelum peristiwa tragis itu terjadi.
Namun alih-alih menunjukkan empati, sejumlah mahasiswa Unud justru memperolok kematian TAS.
Tindakan tidak pantas tersebut terungkap setelah tangkapan layar percakapan grup WhatsApp mahasiswa Ilmu Politik Unud tersebar di platform X melalui akun @unudmenfess.
“ILMU POLITIK ANGKATAN 23 APOLOGIZE RIGHT NOW!!!! JANGAN BERLINDUNG DI BALIK GAWAI KALIAN, MUNCUL DAN TANGGUNG JAWAB,” tulis pengirim menfess dikutip pada Jumat, 17 Oktober 2025.
Dalam percakapan itu, beberapa anggota grup melontarkan komentar yang merendahkan tragedi tersebut.
“Nanggung banget kalo bunuh diri dari lantai 2,” ucap salah satu mahasiswa.
“Mentalnya gak kuat kalo dari lantai 4,” timpal yang lain.
Bahkan, mahasiswa dari jurusan kedokteran Unud juga ikut berkomentar tak pantas terkait kejadian itu.
“Gak berasa dari lantai 2 mah,” tulis seseorang.
“Oalah mati ya? Bagus lah,” balas yang lainnya.
Akibat terjatuh dari ketinggian, TAS mengalami patah tulang di beberapa bagian tubuh.
Meskipun sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof IGNG Ngoerah, nyawa korban tetap tidak tertolong. (*)
