KITAINDONESIASATU.COM – Cuaca panas melanda di sejumlah wilayah di Indonesia, bahkan BMKG menginformasikan proyeksi indeks sinar Ultraviolet (UV) akan didominasi merah hingga warna ungu pada pukul 11:00-12:00 WIB, Kamis (16/10/2025).
Artinya ketika indeks sinar ultraviolet yang ditampilkan oleh BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) didominasi warna ungu dan merah, itu berarti tingkat radiasi UV di wilayah tersebut sangat tinggi hingga ekstrem, yang dapat berbahaya bagi kesehatan manusia jika terpapar langsung tanpa perlindungan.
Warna ungu menunjukkan panas ekstrem, paparan sangat berbahaya bahkan dalam beberapa menit; wajib perlindungan total (tabir surya SPF 30+, pakaian tertutup, topi lebar, kacamata UV, dan hindari keluar di jam terik).
Di wilayah Surabaya dan sekitarnya menurut informasi dari BMKG Juanda suhu udara hari ini berkisar antara 10 hingga 38 derajat Celsius, dengan kelembapan udara 35 sampai 100 persen.
BMKG mengatakan jika cuaca saat ini sedang all out panasnya, bukan karena Indonesia sedang didihantam gelombang panas atau heatwave, namun ada faktor ilmiahnya.
Yang pertama posisi matahari yang sedang dekat dengan kawasan wilayah Indonesia bagian Selatan sampai angin kering dari Australia yang membuat awan susah terbentuk.
Fenomena ini bukan akibat gelombang panas hal yang masih wajar di negara-negara subtropis, suhu di Indonesia masih dalam batas wajar walaupun terasa tidak nyaman.
Menurut BMKG saat ini matahari sudah berada sedikit di selatan ekuator, akibatnya wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan menerima penyinaran matahari yang intens.
Sementara angin timuran bertiup dari benua Australia membawa massa udara kering, yang membuat awan sulit terbentu hingga menimbulkan oanas matahari terasa lebih terik di permukaan.
Meskipun sebagian wilayah sudah memasuk musim hujan, pembentukan awan hujan dibeberapa wailayah terasa masih minim, hingga panas matahari langsung memancar ke permukaan tanpa adanya penghalang awan, membuat suhu terasa lebih panas pada siang hari.
Untuk itu BMKG menghimbau agar masyarakat menjaga kesehatan beberapa daerah bisa mencapai suhu 37-38 derajat celsius, perlu banyak minum air, hindari paparan langsung sinar matahari terlalu lama. **




