Lifestyle

6 Kali Tayang Tiketnya Sold Out! Film Peraih Palme d’Or ‘’It Was Just an Accident’’ Siap Guncang Bioskop Tanah Air

×

6 Kali Tayang Tiketnya Sold Out! Film Peraih Palme d’Or ‘’It Was Just an Accident’’ Siap Guncang Bioskop Tanah Air

Sebarkan artikel ini
It was just an accident
Poster Film It Was Just an Accident.

KITAINDONESIASATU.COM – Film It Was Just an Accident, karya terbaru sutradara legendaris asal Iran Jafar Panahi, akhirnya siap tayang di bioskop Indonesia mulai 17 Oktober 2025. Setelah menuai sambutan meriah di ajang Jakarta World Cinema (JWC) 2025, film ini dipastikan menjadi salah satu tontonan paling ditunggu bulan ini.

Antusiasme publik terhadap film ini benar-benar luar biasa. Saat pemutarannya di JWC 2025, tiket untuk enam kali penayangan habis terjual hanya dalam hitungan jam, bahkan pihak penyelenggara menambah satu sesi pemutaran ekstra karena permintaan yang membeludak. Melihat respons hangat tersebut, KlikFilm pun memutuskan untuk menghadirkannya secara reguler di jaringan bioskop nasional.

Tak hanya sukses di Indonesia, It Was Just an Accident juga mencuri perhatian dunia setelah meraih penghargaan tertinggi Palme d’Or di Festival Film Cannes 2025. Capaian ini menjadikannya sebagai salah satu film paling berpengaruh dan banyak diperbincangkan tahun ini.

Film ini berlatar di sebuah kota kecil di Azerbaijan, mengisahkan Vahid, seorang mekanik yang berusaha memulai kembali hidupnya setelah bertahun-tahun dipenjara secara tidak adil di Iran. Dalam kesehariannya yang sederhana, ia memperbaiki mobil, menjauhi keramaian, dan mencoba menemukan ketenangan. Namun kedamaian itu berubah ketika Eghbal, pria berkaki palsu dengan langkah pincang khas, datang ke bengkelnya dan memunculkan kembali trauma masa lalu yang kelam.

Baca Juga  Acara Nonton Film Televisi Malam ini ada Kickboxer: Vengeance dan Man Of Tai Chi di Indosiar

Seperti karya-karya Panahi sebelumnya, film ini menggabungkan isu sosial, politik, dan eksistensial dalam narasi yang kuat dan menyentuh. It Was Just an Accident bukan sekadar drama, tapi juga refleksi tentang rasa bersalah, keadilan, dan perjuangan untuk memaafkan diri sendiri. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *