KITAINDONESIASATU.COM – Konten viral mengenai Kiai kaya raya tapi umat yang kasih amplop yang merujuk pada tayangan di program Xpose Uncensored TV Trans7 Oktober 2025 berbuntut panjang.
Tayangan ini menuai kecaman luas dari kalangan santri dan masyarakat pesantren hingga berujung ajakan memboikot Trans7.
Tayangan Xpose Uncensored dianggap melecehkan dan menyinggung martabat para kiai dan pesantren.
Disebutkan dalam tayangan menampilkan aktivitas di lingkungan pesantren, kemudian narator menyebut bahwa “kiai yang kaya raya malah diberi amplop oleh santri, bahkan santri sampai ngesot untuk mencium tangan.”
Apalagi narasi yang digunakan dalam tayangan tersebut menimbulkan interpretasi bahwa kiai menjadi kaya raya karena pemberian amplop dari para santri dan wali santri, yang dianggap merendahkan.
Elemen yang kalangan alumni pesantren mengungkapkan kekecewaannya adalah alumni Lirboyo Jabodetabek, mengecam tayangan tersebut dan melayangkan tuntutan.
Bahkan pengurus Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Timur juga mengecam Trans7 atas narasi yang dianggap melecehkan, hingga seruan untuk memboikot Trans7 masif tersebar di media sosial, termasuk tagar #BoikotTrans7 beredar di sosial media Instagram, Facebook hingga TikTok.
Peristiwa inipun kemudian managemen Trans7 akhirnya menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga besar Pondok Pesantren Lirboyo.
Melalui Production Director, Andi Chairil mengungkapkan isi berita dari salah satu program Trans7 yang menyangkut Pesantren Lirboyo dalam kesempatan ini kami ingin menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada Pimpinan Ponpes Lirboyo, KH Anwar Manshur dan keluarga besar dan para pengasuh para santri dan alumni dari Ponpes Lirboyo.
“Kami mengakui kelalaian dalam isi pemberitaan itu, dimana kami tidak melakukan sensor yang mendalam secara teliti, materi dari pihak luar, namun kami tidak melepas tanggungjawab atas kesalahan tersebut. Kami telah menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada salah satu putra Kiai Haji Anwar Manshur pada Senin (13/10/2025) malam dengan Gus Adib dan pada pagi inipun telah menyampaikan surat permohonan maaf secara resmi, melalui WA kepada Gus Adib untuk disampaikan kepada Pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo,” ujar Andi Chairil.
Terkait isu amplop kiai, sebenarnya kasus ini bukan yang pertama hingga menjadi viral, pada 2022, pernyataan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa mengenai “amplop kiai” juga menimbulkan polemik dan dilaporkan oleh kelompok santri.
Dalam tradisi pesantren, memberikan shadaqah (sedekah) atau hadiah kepada kiai adalah hal yang lazim dan dianggap sebagai bentuk penghormatan atau tanda mata.
Namun, pemberian ini berbeda dengan fenomena kiai yang terkesan mengomersialkan agama, yang kerap menjadi sorotan publik.
Hukum menerima amplop, pandangan beberapa ulama, menerima hadiah dari murid atau jemaah diperbolehkan, asalkan tidak menjadi tradisi yang memberatkan atau merepotkan orang lain.
Namun, para kiai biasanya berhati-hati dalam hal ini, beberapa ulama bahkan memilih untuk tidak membudayakan penerimaan hadiah secara langsung. **


