KITAINDONESIASATU.COM – Kelompok mahasiswa lintas jurusan Universitas Pembangunan Nasional Veteran (UPN) Jawa Timur berhasil menciptakan inovasi ramah lingkungan melalui penelitian inovasi kulit singkong.
Hasil karya mahasiswa UPN Jawa Timur ini berjudul Inovasi Kulit Singkong (Manihot esculenta) untuk Pembuatan Biodegradable Larut Air Tisu Kapsul Antibakteri.
Para mahasiswa yang meneliti adalah Musdhalifah Eka Lestari, Ana Wahyu, dan Anggie Dwi dari Program Studi Teknik Industri, Ismi Nahdliyatul dari Teknik Kimia, serta Nur Maulidya dari Agroteknologi.
Sementara kegiatan ini dibimbing dosen pembing Isna Nugraha, S.T., M.T., yang menjadi bagian dari Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2025 dalam skema pendanaan penelitian dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Produk hasil penelitian yang diberi nama Bioswipe ini, merupakan tisu kapsul antibakteri dengan konsep ramah lingkungan.
Tisu di dalamnya dibuat dari kulit singkong alami yang 100% biodegradable, sedangkan kapsul pembungkus yang digunakan terbuat dari plastik berbahan dasar pati singkong yang dapat larut dalam air pada suhu tertentu.
Inovasi ini menunjukkan bagaimana singkong dapat dimanfaatkan secara optimal, tidak hanya sebagai bahan pangan tetapi juga sebagai bahan dasar produk berkelanjutan.
Selain ramah lingkungan, Bioswipe juga dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai peluang usaha yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dosen pembimping penelian, Isna Nugraha, S.T., M.T. mengatakan melalui inovasi ini, mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur membuktikan bahwa kreativitas dan kolaborasi lintas bidang mampu menghadirkan solusi nyata.
“Hasil para mahasiswa mampu menghadirkan solusi nyata dalam mendukung pengelolaan limbah, pemberdayaan masyarakat, dan gaya hidup yang lebih berkelanjutan,” ujar Isna, Minggu (12/10/2025).

Dijelaskan dalam proses pengembangan dan produksi, tim Bioswipe juga menjalin kemitraan dengan UMKM di Desa Ngebret, Kabupaten Gresik serta toko oleh-oleh AJM (Aji Jaya Makmur) untuk memperoleh bahan baku kulit singkong.
Kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam mendukung pemberdayaan masyarakat lokal sekaligus menciptakan rantai produksi yang berkelanjutan.
Sementara salah satu anggota Tim Bioswipe, Nur Maulidya salah satu anggota memaparkan melalui penelitian ini, kami tidak hanya berfokus pada inovasi produk, tetapi juga pada aspek keberlanjutan ekonomi.
Para mahasiswa menggandeng pelaku usaha berbahan singkong untuk memanfaatkan limbah kulit singkong sebagai bahan baku tisu kapsul antibakteri.
“Dengan begitu, tercipta rantai produksi yang ramah lingkungan sekaligus memberdayakan ekonomi masyarakat lokal,” jelas Nur Maulidya.

Untuk memperkenalkan Bioswipe kepada masyarakat, tim aktif melakukan promosi dan uji pasar di berbagai tempat, seperti Car Free Day (CFD) Graha YKP, Taman Prestasi Surabaya, serta melalui swalayan terdekat.
Antusiasme masyarakat terhadap produk ini menunjukkan bahwa inovasi berbasis limbah singkong memiliki prospek cerah di pasaran.
“Menurut saya, tisu kapsul ini sangat praktis dan inovatif. Selain larut air dan ramah lingkungan, produk ini juga punya nilai tambah karena dibuat dari limbah kulit singkong. Rasanya senang bisa ikut menggunakan produk yang mendukung ekonomi lokal dan lingkungan,” kata Rahma salah satu konsumen Bioswipe.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk dan kegiatan tim dapat diikuti melalui media sosial dan marketplace : Instagram @bioswipe.pkmk, TikTok @bioswipe.pkmk25, dan Shoope: Bioswipe.PKMK. **




