KITAINDONESIASATU.COM – Indonesia dipastikan akan mendapatkan tambahan kepemilikan saham di PT Freeport Indonesia (PTFI) sebesar 12% secara gratis atau free of charge. Hal ini ditegaskan oleh CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Roeslani kepada wartawan di Jakarta, Rabu (8/10/2025).
Menurut Rosan, kesepakatan penambahan saham ini merupakan hasil dari negosiasi yang intensif dengan pihak Freeport-McMoRan. Ia menekankan bahwa penambahan 12% saham ini tidak akan membebani kas negara karena didapatkan tanpa ada biaya pembelian sama sekali.
Dengan tambahan 12% saham dari yang semula ditargetkan 10%, maka total kepemilikan saham Pemerintah Indonesia di PTFI akan meningkat dari 51% menjadi 63%.
Selain penambahan porsi saham, Rosan juga mengungkapkan bahwa sebagai bagian dari kesepakatan divestasi, Freeport berkomitmen untuk membangun dua universitas dan dua rumah sakit di dekat wilayah operasionalnya di Papua.
Penambahan kepemilikan saham ini merupakan salah satu syarat utama bagi Freeport untuk mendapatkan perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) yang saat ini berlaku hingga tahun 2041.
Implementasi penambahan saham ini akan terus difinalisasi, dan hasil divestasi tersebut sebagian juga akan dialokasikan untuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Papua.(*)

