KITAINDONESIASATU.COM – Singkong merupakan makanan yang umum disantap banyak keluarga di Indonesia khususnya masyarat di Jawa.
Namun, hanya sedikit orang yang tahu bahwa jika diolah secara tidak benar, singkong dapat menyebabkan keracunan dengan gejala yang berbahaya.
Simak tips berikut untuk mengolah singkong dengan benar agar bermanfaat bagi tubuh.
Singkong adalah tanaman merambat asli daerah tropis Amerika Serikat dan dibudidayakan di seluruh dunia.
Tanaman ini merupakan tanaman tahunan dengan daun berbentuk kipas yang terbagi menjadi lima hingga sembilan lobus.
Akarnya tumbuh panjang dan bercabang dari rendah ke tinggi, sehingga cocok untuk daerah kering dan dataran lumpur sungai yang asam.
Singkong dianggap sebagai sumber energi terpenting keempat bagi manusia.
Namun, selain kandungan patinya yang tinggi, umbi singkong juga mengandung nutrisi lain seperti:
glukosida sianogenik, serat yang melimpah (vitamin C, tiamin, asam folat, mangan, dan kalium).
Setiap 100 gram singkong matang memiliki nilai gizi sebagai berikut:
- 191 kalori
- Protein: 1,5 gram
- Lemak: 3 gram
- Serat: 2 gram
- Vitamin C, B6: 20%, 6% Nilai Harian (DV)
- Kalium: 6% AKG
- Magnesium: 5% AKG
- Tembaga: 12% AKG.
Makan singkong mentah
Singkong harus direbus hingga matang sempurna. Jangan makan singkong mentah.
Saat memakannya, buang serat singkong karena di sinilah kandungan HCN yang tinggi.
Seperti kita ketahui HCN adalah singkatan dari Hidrogen Sianida, sebuah gas atau cairan tidak berwarna yang sangat beracun, memiliki bau seperti almond pahit, dan sangat mudah menguap.
Oleh karena itu, perlu diingat, sebelum merebus, rendam singkong dalam air bersih setidaknya selama beberapa jam, dan ganti airnya secara berkala.
Sebaiknya rendam singkong dalam air beras untuk menetralkan dan menghilangkan HCN secara lebih efektif.
Saat merebus, mengukus, atau memanggang, buka tutup panci agar HCN menguap dan keluar dan hingga terbebas dari racun. **


