KITAINDONESIASATU.COM – Ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menuai sorotan publik karena diduga ada unsur kelalaian.
Pasalnya, gedung yang roboh tersebut ternyata masih dalam proses pengecoran, namun para santri sudah diperbolehkan beraktivitas di dalam musala baru itu.
Banyak pihak menilai sejak awal struktur bangunan Al Khoziny sudah janggal. Kreator konten Ary Sulistyo, melalui akun TikTok @afasgarden, mengunggah penelusurannya dengan menggunakan Google Street View.
Ia menunjukkan bahwa pesantren ini berdiri di kawasan permukiman warga dengan lima lantai, bahkan disebut menyerobot area jalan umum.
“Awalnya bangunan ini pilarnya ada di area dia, tapi begitu masuk ke lantai atas, lantai dua, ini sudah ada di atasnya sepeda motor yang parkir di bawah. Artinya ini udah masuk ke area umum. Ini baru yang lantai dua, belum lantai tiga, lebih maju lagi,” ungkap Ary, Rabu, 1 Oktober 2025.
“Anggap aja ada apel jatuh dari atas, apel ini bisa jadi jatuh sampai ke tengah jalan. Harusnya kayak gini gak boleh. Ini mendzolimi hak orang lain.” tambahnya.
Dari tampilannya, bangunan lama terlihat sudah tidak terawat dengan tembok hijau yang kotor dan pudar. Kejanggalan lain muncul pada pilar bangunan yang dibiarkan menjulang hingga ke lantai atas untuk memberi kesan halaman lebih luas. Ary menduga pilar tersebut tidak menggunakan paku bumi karena letaknya terlalu rapat dengan lantai.
“Sepertinya nggak mungkin, karena dia membuat pilar itu mepet sekali dengan bangunan lama,” tuturnya. Ia juga menyoroti lantai dua ke atas yang hanya disangga tiang kecil.
“Pilar kecil ini dipasangnya belakangan, kok bisa gitu? Karena liat, ini pilar kecil ini sepertinya ditempel baru-baru aja setelah teras atas jadi. Pilar ini sama pilar atasnya gak nyambung,” jelasnya.
Sementara di bagian belakang, terlihat gedung baru Ponpes Al Khoziny yang roboh pada 29 September 2025. Gedung tersebut berdempetan dengan bangunan lama, bahkan tata pintu masuknya pun tampak tidak beraturan. (*)

