Bisnis

Menkeu Purbaya Ungkap Harga Asli BBM dan LPG 3 Kg, Bongkar Selisih Subsidi yang Ditanggung Negara

×

Menkeu Purbaya Ungkap Harga Asli BBM dan LPG 3 Kg, Bongkar Selisih Subsidi yang Ditanggung Negara

Sebarkan artikel ini
Menkeu Purbaya Ungkap Harga Asli BBM dan LPG 3 Kg, Bongkar Selisih Subsidi yang Ditanggung Negara
Menkeu Purbaya Ungkap Harga Asli BBM dan LPG 3 Kg, Bongkar Selisih Subsidi yang Ditanggung Negara

KITAINDONESIASATU.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali jadi sorotan usai membeberkan harga asli sejumlah produk energi yang disubsidi pemerintah. Dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI pada 30 September 2025, Purbaya menampilkan data harga keekonomian solar, pertalite, minyak tanah, listrik, hingga LPG 3 kg.

Cuplikan rapat tersebut turut diunggah ulang oleh akun @cakkhum di Twitter, memperlihatkan video berdurasi 12 menit lebih. Dalam pemaparannya, Purbaya menegaskan bahwa subsidi energi dipengaruhi oleh tiga faktor utama: harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, dan volume konsumsi.

“Subsidi energi sangat dipengaruhi oleh 3 faktor utama, yaitu harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, dan volume konsumsi. Harga jual BBM dan tarif listrik telah disesuaikan sejak tahun 2022 namun belum mencapai harga keekonomian,” ungkapnya.

Purbaya menjelaskan, pemerintah selama ini menanggung selisih antara harga keekonomian dengan harga yang dibayar masyarakat melalui subsidi maupun kompensasi. “Selama ini pemerintah menanggung selisih antara harga keekonomian dan harga yang dibayar masyarakat melalui pemberian subsidi dan kompensasi baik energi dan non energi,” katanya.

Baca Juga  Laporan BI Awal Prabowo Dilantik Terjadi Capital Outflow 6,3 Tiliun

Lebih lanjut, ia memberikan contoh harga pertalite. “Misalnya untuk pertalite masyarakat hanya membayar Rp10.000 per liter dari harga perekonomian Rp11.700 per liter, sehingga APBN harus menanggung Rp1.700 per liter atau 15 persen melalui kompensasi,” jelasnya.

Adapun rincian dari subsidi untuk energi yang dipaparkan oleh Purbaya tersebut yakni :

1. Solar
– Harga seharusnya: Rp11.950/ liter
– Dibayar masyarakat/ jual eceran: Rp6.800
– Ditanggung APBN: Rp5.150/ liter (43 persen)
– Penerima manfaat: 4,0 juta kendaraan

Baca Juga  Resmi iPhone Air Rilis Cuman 5,6 mm dengan Fitur Center Stage dan Layar 120Hz Bikin Android Minder

2. Pertalite
– Harga seharusnya: Rp11.700/ liter
– Dibayar masyarakat/ jual eceran: Rp10.000/ liter
– Ditanggung APBN: Rp1.700/ liter (15 persen)
– Penerima manfaat: 157,4 juta kendaraan

3. Minyak Tanah
– Harga seharusnya: Rp11.150/ liter
– Dibayar masyarakat/ jual eceran: Rp2.500/ liter
– Ditanggung APBN: Rp8.650/ liter (78 persen)
– Penerima manfaat: 1,8 juta rumah tangga

4. LPG 3 Kg
– Harga seharusnya: Rp42.750/ tabung
– Dibayar masyarakat/ jual eceran: Rp12.750/tabung
– Ditanggung APBN: Rp.30.000/ tabung (70 persen)
– Penerima manfaat: 41.5 juta pelanggan

5. Listrik RT 900 VA Subsidi
– Harga seharusnya: Rp1.800/ kwh
– Dibayar masyarakat/ jual eceran: Rp600/ kwh
– Ditanggung APBN: Rp1.200/ kwh (67 persen)
– Penerima manfaat: 40,3 juta

6. Listrik RT 900 VA Non Subsidi
– Harga seharusnya: Rp1.800/ kwh
– Dibayar masyarakat/ jual eceran: Rp1.400/ kwh
– Ditanggung APBN: Rp400/ kwh (22 persen)
– Penerima manfaat: 50,6 juta pelanggan

Baca Juga  Ultimatum Menkeu, Dana Makan Bergizi Gratis Terancam Dipotong Jika Tak Terserap hingga Akhir Oktober

7. Pupuk Urea
– Harga seharusnya: Rp5.558/kg
– Dibayar masyarakat/ jual eceran: Rp2.250/ kg
– Ditanggung APBN: Rp3.308/kg (59 persen)
– Penerima manfaat: 7.3 ton

8. Pupuk NPK
– Harga seharusnya: Rp10.791/ kg
– Dibayar masyarakat/ jual eceran: Rp2.300/ kg
– Ditanggung APBN: Rp8.491/kg (78 persen)
– Penerima manfaat: 7.3 ton

Atas keterangan dari Purbaya tersebut membuat banyak pengguna Twitter ikut berkomentar setelah ditayangkan pada lebih dari 545,6 ribu pengguna.

“Elpiji 3 kg 12k di tempat gua dijual 22k kan lawak anjir,” ujar akun @preman019.

“Jelas pengelolaannya yang salah. Konsumsi BBM Malaysia perhari di bawah konsumsi BBM Indonesia perhari. Tapi mereka bisa lebih murah dan bahkan Petronas masih dapat keuntungan,” ungkap akun @bzzrhj.

“Harga asli LPG 3kg subsidi cuman 12ribu-an, di tempat gua malah 39 ribu kocak,” tandas akun @kang_retweettt terkait dengan pernyataan dari Purbaya Yudhi Sadewa tersebut.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *