KITAINDONESIASATU.COM – Kaki kesemutan bisa disebabkan oleh berbagai faktor, meskipun biasanya kondisi ini tidak berbahaya. Namun, penting untuk tetap waspada karena kesemutan juga bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan, terutama jika disertai gejala lain.
Kesemutan sering terjadi ketika seseorang terlalu lama berlutut atau duduk bersila, karena tekanan pada saraf yang menyebabkan rasa kebas. Biasanya, sensasi ini hilang setelah mengubah posisi atau menggerakkan kaki.
Secara umum, kesemutan tidak perlu dikhawatirkan. Namun, dalam beberapa kasus, kesemutan yang berlangsung lama dan disertai gejala lain, seperti nyeri atau kelemahan, bisa menunjukkan adanya gangguan kesehatan. Berikut adalah beberapa penyebabnya:
Konsumsi alkohol berlebihan
Pecandu alkohol lebih rentan mengalami kerusakan saraf perifer, atau neuropati alkoholik, yang dapat menyebabkan kesemutan. Selain itu, kekurangan vitamin, terutama tiamin (B1), yang sering terjadi pada pecandu alkohol, juga dapat memicu kerusakan saraf.
BACA JUGA: Ulkus Diabetikum: Luka pada Kaki yang Tak Boleh Diabaikan
Penyakit sistemik
Beberapa penyakit sistemik, seperti hipotiroidisme, tumor yang menekan saraf, gangguan ginjal, penyakit hati, sindrom Guillain-Barré, dan anemia sel sabit, bisa menyebabkan kesemutan pada kaki yang berkepanjangan.
Sindrom saraf terjepit
Kesemutan juga dapat disebabkan oleh saraf yang terjepit, akibat kerusakan jaringan pelindung antarsendi yang menyebabkan tulang menekan saraf, menimbulkan kesemutan di kaki atau bagian tubuh lainnya.
Kekurangan atau kelebihan vitamin
Tubuh membutuhkan vitamin tertentu, seperti B1, B3, B6, B12, dan E, untuk menjaga fungsi saraf. Kekurangan atau kelebihan vitamin ini dapat menyebabkan masalah saraf, termasuk kesemutan.
Diabetes
Neuropati diabetik adalah salah satu penyebab paling umum dari kesemutan pada kaki, terutama pada penderita diabetes yang tidak terkontrol. Gejalanya bisa berupa kesemutan, nyeri, atau sensasi panas di kaki.
Keracunan
Paparan bahan kimia beracun, seperti timbal, merkuri, dan arsen, bisa menyebabkan kesemutan kronis, termasuk pada kaki.
Efek samping obat
Beberapa obat, seperti isoniazid (untuk tuberkulosis), obat HIV, obat imunosupresif, dan obat kemoterapi, dapat menyebabkan kesemutan sebagai efek samping.
Jika kesemutan pada kaki terjadi sesekali dan hilang dengan sendirinya, biasanya tidak perlu dikhawatirkan.
Namun, jika kesemutan berlangsung lama, sering terjadi tanpa penyebab yang jelas, atau disertai gejala lain seperti nyeri dan kelemahan, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter.- ***


