News

Komisi X DPR RI Soroti Masalah Konsumsi Makanan dan Venue di PON XXI

×

Komisi X DPR RI Soroti Masalah Konsumsi Makanan dan Venue di PON XXI

Sebarkan artikel ini
FotoJet 6 14
Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 di Aceh-Sumut

KITAINDONESIASATU.COM – Anggota Komisi X DPR RI, Rosiyati MH Thamrin, menekankan bahwa ada beberapa aspek yang perlu dievaluasi dari penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 di Aceh-Sumut.

Beberapa masalah yang disoroti di antaranya terkait konsumsi makanan bagi atlet serta kesiapan sarana dan prasarana venue yang digunakan selama PON XXI.

“Kita bersyukur PON telah selesai. Namun, ada beberapa hal yang harus dievaluasi. Pertama, terkait makanan atlet. Kita tahu, atlet membutuhkan asupan nutrisi yang baik dan seimbang,” ungkap Rosi pada Jumat, 20 September 2024.

Rosi juga menyoroti kondisi venue acara yang belum sepenuhnya rampung.

Ia menyampaikan bahwa beberapa venue masih belum selesai saat kunjungan bulan Agustus, mereka melihat bahwa gedung olahraga baru setengah jadi. Pihak kontraktor berjanji untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dengan bekerja 24 jam dalam tiga shift, tetapi masih banyak yang belum terealisasi.

Rosi berharap pelaksanaan PON XXI ini menjadi pembelajaran untuk penyelenggaraan PON berikutnya, agar masalah yang sama tidak terulang.

Rosi berharap agar PON ini dapat menjadi evaluasi untuk penyelenggaraan PON selanjutnya.

Ia mengungkapkan bahwa, mirip dengan masalah yang terjadi di PON Papua sebelumnya, terdapat isu mengenai pembayaran dan venue yang terbengkalai meskipun menggunakan anggaran negara.
Rosi juga menegaskan bahwa tidak perlu membangun gedung olahraga mewah yang tidak akan terpakai setelah PON selesai.

Ia menyarankan agar memanfaatkan venue yang sudah ada dengan melengkapi fasilitas yang diperlukan, sehingga biaya penyelenggaraan tidak terlalu besar.

“Jika kita membangun venue baru, biaya yang dibutuhkan besar, sementara masih banyak sektor lain yang perlu diperhatikan, seperti pendidikan dan wajib belajar. Oleh karena itu, evaluasi PON penting dilakukan agar penyelenggaraan ke depan lebih efisien dan tidak mengecewakan masyarakat,” tutupnya.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *