KITAINDONESIASATU.COM – Buntut acara field trip atau studi lapangan departemen Geologi Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada (UGM) ke kawasan ekplorasi tambang Trenggalek berbuntut kekesalan dari Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, atau akrab disapa Mas Ipin.
Saat itu FT UGM melakukan field trip kemudian mengadakan kunjungan ke Desa Ngepeh Kecamatan Tugu, dengan bersurat memberitahu ke PT Sumber Mineral Nusantara (PT SMN), tanpa ada pemberitahukan ke Pemkab Trenggalek hingga membuat geram pemangku wilayah di Trenggalek.
Pada hal sebelumnya PT SMN pernah di demo masyarakat dari Aliansi Rakyat Trenggalek yang menolak eksplorasi tambang emas yang ada di wilayah Kabupaten Trenggalek dari PT SMN yang belum mendapatkan perijinan resmi dari pemerintah.
Situasi ini membuat Mas Ipin mengungkapkan kekesalannya terkait aktivitas FT UGMN ini yang diunggah di sosial media Bupati Trenggalek Sabtu, 19 September 2025 @avinml dengan unggahan sebagai berikut:
“Dear @teknikugm @ft.ugm @ugm.yogyakarta. Ini media sosial saya, silahkan dm kalau ingin melakukan penelitian untuk kepentingan pengayaan ilmu dan riset di Kabupaten Trenggalek. Tidak perlu bersurat pun saya pasti balas. Tetapi menggandeng swasta yang mendapatkan penolakan dari warga karena berpotensi merusak ekologi atas rencana eksplorasi yang akan dilakukan, saya berpesan mohon hati-hati. HATI-HATI. Ijin, kulonuwun itu kepada masyarakat, bukan kepada swasta!!! Mohon dipahami!!!,” tulisnya.
Unggahan itu pun kemudian mendapat reaksi dari pihak FT UGM dengan menghubungi Bupati Mas Ipen melalui pesan WhatApp (WA) yang berbnyi sebagai berikut.
“Assalamu’alaikum wr wb. Mas Bupati…monggo panggihan ngopi. Kersane suasana cair. Mboten saling berprasangka. InsyAllah kita tujuannya sama-sama baik. Dan kita punya pendapat dan cara masing-masing,” tulisnya.
Pesan via WA itu pun kemudian langsung dibalas dengan penjelasan dari Mas Ipin yang berbunyi:
“Nggih Kang.. FKP sudah berjalan, Perda Tata Ruang sudah di Dok, artinya masyarakat menolak.. Kulo sakdermo babune masyarakat, tidak berunding dan tidak ngopi dengan “moso aluse maling”. Jangongan lintune monggo,” jawab Mas Ipin.
“Di sisi lain Mas Ipin juga mengatakan, Statement of Objection baik secara lisan dan tertulis sudah kita layangkan dan sampaikan sejak tahun 2019 akhir hingga sekarang, dimana korbannya adalah kepastian pemutakhiran tata ruang wilayah Trenggalek yang mengakomodir semangat ekonomi regeneratif harus tertahan karena diminta mengakomodir IUP OP atas nama PT. SMN seluas 12.000 ha dalam kawasan 9 dari 14 Kecamatan. Maka, mohon maaf…”
Jawaban tegas dari Bupati Trenggalek Mas Ipin ini mendapat dukungan masyarakat di Trenggalek yang menolak eksplorasi tambang emas di wilayahnya khususnya dari Aliansi Masyarakat Trenggalek yang sempat berdemo di PT SMN.
Masyarakat berdemo menolak rencana ekplorasi tambang emas ini, tambang emas PT SMN dengan investornya Far East Gold (FEG) dari Australia, tidak sekedar berdampak ke masyarakat Desa Ngadimulyo atau Kecamatan Kampak saja, dampaknya bisa ke seluruh masyarakat Kabupaten Trenggalek.
Bupati Mas Ipin juga menjelaskan jika pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan pertambangan menurut UU tapi saya memiliki urusan wajib keamanan dan ketertiban.
“Jika, suara yang kami sampaikan melalui mekanisme AUPB (Asas Umum Pemerintahan yang Baik) tidak dimaknai sebagai semangat saya ,”mikul dhuwur mendhem jero”.
Terkait polemik ini Bupati Trenggalek Mas Ipin memilih mendatangi pihak UGM, Minggu (20/9/2025) dan pihak kampus UGM merespon kritik kerasnya terkait kunjungan FT Geologi UGM ke tambang emas PT Sumber Mineral Nusantara di Trenggalek kemarin.
Bahkan pihak UGM melalui juru bicara UGM, I Made Andi Arsana pihaknya ingin menjelaskan persoalan ini secara terbuka.
Dikatakan UGM mengetahui dan mencermati unggahan Bupati Trenggalek terkait kunjungan tim Teknik Geologi UGM ke PT SMN.
UGM juga mencermati pesan dan masukan dari Bapak Bupati, karena itu, kami merasa perlu menjelaskan beberapa hal dan mendiskusikannya secara baik dan terbuka, dan bersepakat bertemu di Kampus UGM Yogyakarta pada 20 September 2025.
Terimakasih Pak @madeandi sudah berkenan menghubungi dan akan menerima kami sore ini di @teknikugm. Sampai bertemu.
Sedianya beliau yang ingin datang ke Trenggalek, tapi ini bentuk penghormatan saya kepada UGM, saya mawon yang sowan.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abi Dzar r.a. ,” Menghadiri majelis orang berilmu lebih utama dari salat seribu rakaat,…..”. ” tulisnya. **


