KITAINDONESIASATU.COM –Langkah Presiden Prabowo Subianto mencopot Budi Gunawan dari kursi Menko Polhukam serta Hendrar Prihadi (Hendi) dari Kepala LKPP dinilai makin memperjelas garis politik, yakni PDIP benar-benar berada di luar pemerintahan.
Pengamat komunikasi Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menyebut keputusan itu sejalan dengan sikap resmi Megawati Soekarnoputri saat Kongres PDIP di Bali, yang menegaskan partai banteng akan menjadi oposisi sekaligus penyeimbang.
“Dicopotnya Budi Gunawan dan Hendi memperlihatkan bahwa pemerintahan Prabowo hanya diisi oleh partai-partai koalisi. PDIP bisa fokus menjalankan fungsi penyeimbang,” kata Jamiluddin, Jumat, 19 September 2025.
Menurutnya, dengan posisi penuh di luar pemerintahan, PDIP justru bisa memaksimalkan peran kontrol demokrasi. Kritik tajam akan selalu hadir bila Asta Cita Prabowo melenceng dari jalur. Hal ini diharapkan dapat mencegah matinya demokrasi sekaligus menjaga keseimbangan politik nasional.
Diketahui, Budi Gunawan yang dikenal dekat dengan Megawati akhirnya digantikan oleh Djamari Chaniago sebagai Menko Polhukam. Sementara, posisi Hendrar Prihadi di LKPP diisi oleh Sarah Sadiqa. (*)


