KITAINDONESIASATU.COM – Temu Karya Taman Budaya (TKTB) se-Indonesia ke-XXIV resmi dibuka di Banjarmasin. Agenda dua tahunan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam pemajuan kebudayaan nasional sekaligus penguatan identitas dan jati diri bangsa di tengah derasnya arus globalisasi.
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menegaskan peran strategis taman budaya yang harus dimanfaatkan secara optimal. Taman Budaya Diharapkan Jadi Pusat Kreativitas, Bukan Sekadar Gedung Pertunjukan.
“Sangatlah tepat bila taman budaya sebagai pusat kegiatan seni difungsikan sebagai bagian dari upaya memajukan budaya nasional. Dengan demikian, Indonesia dapat berkontribusi lebih besar bagi peradaban dunia,” ujarnya saat membuka acara, Minggu (14/9/2025).
Lebih jauh, Fadli berharap taman budaya tidak hanya menjadi wadah pertunjukan seni, tetapi juga kawasan terpadu untuk pelestarian, pengembangan, pembinaan, dan apresiasi terhadap berbagai ekspresi budaya.
“Taman budaya harus menjadi ruang terbuka bagi tradisi, modernitas, hingga seni kontemporer. Dengan begitu, setiap generasi bisa menemukan ruangnya untuk berekspresi,” tambahnya.
Keberadaan TKTB dapat dipandang sebagai jawaban atas tantangan zaman, di mana budaya lokal kerap terpinggirkan oleh dominasi budaya populer global. Forum ini memberi ruang bagi seniman dan masyarakat untuk merawat kearifan lokal, sekaligus menyesuaikannya dengan kebutuhan masa kini.
Selain itu, taman budaya di berbagai daerah berpotensi menjadi simpul kebudayaan yang menghubungkan masyarakat, akademisi, dan pemerintah dalam satu ekosistem. Bahkan, kehadiran taman budaya bisa memperkuat diplomasi budaya Indonesia, mengingat seni dan tradisi lokal sering menjadi daya tarik bangsa di panggung internasional.
Dengan demikian, Temu Karya Taman Budaya bukan sekadar ajang seni, melainkan sarana untuk meneguhkan identitas nasional, membangun rasa kebersamaan, sekaligus menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia kaya akan keragaman budaya yang layak diperhitungkan dalam peradaban global.(Anang Fadhilah)



