KITAINDONESIASATU.COM – Polisi di Pakistan selatan menembak mati seorang tersangka penistaan agama dalam baku tembak dengan kelompok bersenjata. Demikian pernyataan beberapa pejabat pada Kamis, 19 September 2024.
Ini merupakan pembunuhan di luar hukum kedua dalam seminggu dan mendapat kecaman dari kelompok hak asasi manusia.
Tersangka yang tewas diidentifikasi sebagai Shah Nawaz, seorang dokter dari distrik Umerkot, provinsi Sindh, yang bersembunyi setelah dituduh menghina Nabi Muhammad dan menyebarkan konten penistaan di media sosial.
Kepala polisi setempat, Niaz Khoso, menyatakan bahwa Nawaz tewas “secara tidak sengaja” saat polisi mencoba menghentikan dua pria di atas sepeda motor.
Para tersangka melepaskan tembakan sehingga polisi membalas. Satu tersangka melarikan diri, sementara Nawaz tewas dalam baku tembak.
Khoso mengklaim bahwa polisi baru menyadari identitas Nawaz setelah baku tembak terjadi.
Video yang beredar memperlihatkan ulama setempat melempar bunga mawar kepada polisi, memuji tindakan mereka. Namun, pemerintah Sindh belum memberikan klarifikasi terkait insiden tersebut.
Komisi Hak Asasi Manusia Pakistan (HRCP) mengecam keras pembunuhan Nawaz, menyatakan kekhawatiran atas meningkatnya tren kekerasan dalam kasus penistaan agama yang melibatkan aparat penegak hukum.
HRCP menyerukan investigasi independen untuk memastikan siapa yang bertanggung jawab atas kematian tersebut.
Sebelumnya, massa di Umerkot menuntut penangkapan Nawaz dan membakar kliniknya. Pembunuhan ini terjadi setelah insiden serupa di Quetta, di mana seorang petugas polisi membunuh Syed Khan, tersangka penistaan lainnya, meski ia sudah diselamatkan dari amukan massa.
Petugas yang menembak Khan telah ditangkap, namun keluarga korban menyatakan telah memaafkannya.
Meskipun pembunuhan tersangka penistaan agama oleh massa umum terjadi di Pakistan, kejadian serupa oleh polisi jarang terjadi.
Tuduhan penistaan agama sering kali memicu kerusuhan, meski hukuman mati untuk pelanggaran ini belum pernah dilaksanakan.
Kasus penyerangan terhadap tersangka penistaan agama meningkat dalam beberapa tahun terakhir, termasuk serangan terhadap gereja dan komunitas Kristen di Punjab setelah tuduhan penodaan Al-Quran.- ***
Sumber: AP News



