KITAINDONESIASATU.COM – Shell sebagai salah satu SPBU swasta populer di Indonesia kini diterpa isu tak menyenangkan. Perusahaan tersebut dikabarkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya, yang disebut-sebut dipicu oleh kebijakan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.
Informasi ini mencuat melalui unggahan akun Twitter @rasjawa pada 14 September 2025, yang menampilkan cuitan lengkap dengan gambar dari akun @ilmudata. Dalam unggahan tersebut, seorang pengguna menceritakan pengalamannya ketika mendatangi SPBU Shell yang sudah kehabisan stok.
“Abang-abang pom bensin bilang: ‘Ini kita sudah terkahir pak, yang lain udah pada di layoff. Stock impor udah gak akan ada lagi sampai tahun depan. Kalau stock di terminal penyimpanan habis, selesai sudah,’ Ngomong kayak gitu sambil berkaca-kaca,” tulisnya.
BACA JUGA : Asyik, Harga BBM Pertamina, Shell dan BP AKR Turun
Situasi ini menimbulkan anggapan adanya monopoli dari Pertamina, terlebih setelah Bahlil Lahadalia memberikan izin SPBU swasta untuk membeli BBM dari Pertamina. Kondisi kian pelik karena keran impor BBM untuk SPBU swasta telah resmi ditutup.
“Udah gak bisa berkata-kata. Pertamina maunya memenagkan kompetisi dengan cara main monopoli. Bukan dengan memperbaiki kualitas. Karena sudah diperas mafia migas?,” tulis akun tersebut.
Cuitan itu pun langsung viral, dilihat lebih dari 828 ribu kali dan memicu banyak komentar dari warganet.
“Monopoli dan korupsi secara terang-terangan, negara gak lagi perang, SDA banyak, SDM banyak, tapi ekonomi dan kestabilan negara jauh di bawah negara-negara konflik, hidup cuma sekali eh malah jadi WNI,” ujar akun @hakimjmt.”Pemerintah gak bisa bikin 19 juta lapker ditambah badai PHK terus masalah gini, gue jadi bingung sebenarnya mereka itu mau rakyat gimana? Gue tahu yang bisa kerja dan dapat uang gede cuma circlenya pemerintah aja tapi gak gini juga lah. Capeknya jadi WNI,” jelas akun @dewey__



