KITAINDONESIASATU.COM – Markas Besar (Mabes) TNI telah mengungkap motif di balik keterlibatan Kopral Dua (Kopda) FH dalam kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN, Mohamad Ilham Pradipta (MIP). Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, motif Kopda FH adalah murni karena faktor ekonomi.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah, Senin 15 September 2025 menyatakan bahwa Kopda FH berperan sebagai perantara yang bertugas mencari orang untuk menjemput paksa korban. Kopda FH diduga menerima sejumlah uang sebagai imbalan dari “pekerjaan” tersebut.
TNI menegaskan bahwa proses hukum terhadap Kopda FH akan dilakukan melalui jalur pidana militer. Saat kejadian berlangsung, status Kopda FH diketahui sedang dalam keadaan Tidak Hadir Tanpa Izin (THTI) atau mangkir dari dinas.
Saat ini, Kopda FH sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Pomdam Jaya. Pihak kepolisian dan TNI masih terus mendalami kasus ini untuk mengungkap kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain, termasuk “otak” di balik aksi penculikan dan pembunuhan tragis tersebut.
Sebelummnya jasad Ilham Pradipta ditemukan di persawahan Kampung Karangsambung, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi pada Kamis, 21 Agustus 2025 dalam kondisi mengenaskan; tangan dan kaki terikat serta mata dilakban.


