KITAINDONESIASATU.COM – Bulu tangkis selalu menjadi salah satu olahraga yang membanggakan Indonesia di kancah dunia. Dari sekian banyak atlet hebat yang lahir, nama Hendra Setiawan menjadi salah satu legenda yang tak tergantikan.
Pebulu tangkis spesialis ganda putra ini dikenal dengan permainan tenang, teknik matang, serta karier panjang yang penuh prestasi. Bahkan di usia yang tidak lagi muda untuk ukuran atlet, Hendra tetap mampu bersaing di level dunia.
Profil Singkat Hendra Setiawan
- Nama Lengkap: Hendra Setiawan
- Tempat, Tanggal Lahir: Pemalang, Jawa Tengah – 25 Agustus 1984
- Usia: 41 tahun (2025)
- Tinggi Badan: ±183 cm
- Berat Badan: ±72 kg
- Klub: Jaya Raya Jakarta
- Spesialisasi: Ganda Putra
- Pegangan Raket: Tangan kanan
Sejak kecil, Hendra sudah menunjukkan bakat luar biasa dalam olahraga bulu tangkis. Ia menimba ilmu di klub Jaya Raya Jakarta, salah satu klub besar yang juga melahirkan banyak juara dunia. Ketekunannya berlatih serta mental bertanding yang kuat menjadikannya salah satu pemain ganda terbaik sepanjang masa.
Awal Karier dan Perjalanan Bersama Markis Kido
Nama Hendra Setiawan mulai melejit ketika dipasangkan dengan Markis Kido pada awal 2000-an. Duo ini langsung menjadi pasangan yang ditakuti dunia karena kombinasi permainan cepat, pukulan keras, serta kemampuan bertahan yang solid.
Puncak kejayaan mereka terjadi di Olimpiade Beijing 2008, ketika Hendra/Markis berhasil merebut medali emas setelah mengalahkan pasangan kuat asal Tiongkok. Kemenangan ini membuat nama mereka tercatat dalam sejarah sebagai pasangan ganda putra terbaik Indonesia.
Selain itu, Hendra/Markis juga pernah:
- Juara Dunia 2007 di Kuala Lumpur
- Juara Asian Games 2010
- Beberapa kali menjuarai turnamen Super Series dan Grand Prix Gold
Sayangnya, setelah Markis Kido mengalami penurunan performa dan sering cedera, Hendra akhirnya dipasangkan dengan partner baru.
Era Kejayaan Bersama Mohammad Ahsan
Pada tahun 2012, Hendra Setiawan berduet dengan Mohammad Ahsan. Pasangan yang kemudian dijuluki “The Daddies” ini menjadi salah satu pasangan ganda putra paling konsisten di dunia. Walaupun usia Hendra sudah masuk kepala tiga, kualitasnya justru semakin matang.
Bersama Ahsan, Hendra meraih:
- Juara Dunia 3 kali (2013, 2015, 2019)
- Juara All England 2014 & 2019
- Medali emas di Asian Games Incheon 2014
- Juara berbagai turnamen BWF World Tour
Kekuatan utama pasangan ini ada pada ketenangan Hendra dalam mengatur tempo permainan. Ia dikenal sebagai pemain dengan refleks luar biasa di depan net, sementara Ahsan menopang dengan smash keras dari belakang.
Gaya Bermain Hendra Setiawan
Banyak pengamat bulu tangkis menyebut Hendra Setiawan sebagai salah satu pemain ganda putra paling cerdas di dunia. Ia tidak hanya mengandalkan fisik, tetapi juga strategi.
Ciri khas permainan Hendra antara lain:
- Netting tipis dan akurat yang membuat lawan kesulitan menyerang.
- Refleks cepat dalam duel drive atau adu pukulan cepat di depan net.
- Pengalaman panjang membuatnya jarang panik dalam situasi genting.
- Kepemimpinan di lapangan, ia sering menjadi pengatur ritme permainan.
Inilah yang membuat Hendra bisa tetap bersaing meski usianya lebih tua dibandingkan lawan-lawannya yang rata-rata masih muda.
Prestasi Internasional Hendra Setiawan
Berikut rangkuman prestasi terbesar Hendra sepanjang kariernya:
- Olimpiade
- Emas Beijing 2008 (bersama Markis Kido)
- Kejuaraan Dunia BWF
- Emas 2007 (Markis Kido)
- Emas 2013, 2015, 2019 (Mohammad Ahsan)
- All England
- Juara 2014 & 2019
- Asian Games
- Emas 2010 (Markis Kido)
- Emas 2014 (Mohammad Ahsan)
- SEA Games
Beberapa kali menyumbang emas untuk Indonesia
Dengan segudang pencapaian tersebut, Hendra bisa disebut sebagai salah satu ganda putra terbaik dalam sejarah bulu tangkis dunia.
Hendra Setiawan dan Keputusan Pensiun
Pada 2025, Hendra Setiawan mengumumkan bahwa Indonesia Masters 2025 akan menjadi turnamen terakhirnya. Setelah lebih dari dua dekade berkarier, ia memilih gantung raket dengan penuh kehormatan.
Keputusan ini disambut dengan rasa haru oleh pecinta bulu tangkis Indonesia. Banyak yang menganggap Hendra sebagai simbol konsistensi dan dedikasi. Meski akan pensiun, jasanya di dunia bulu tangkis tidak akan pernah terlupakan.
Warisan dan Inspirasi Bagi Generasi Muda
Lebih dari sekadar prestasi, Hendra Setiawan meninggalkan warisan berupa inspirasi bagi generasi muda:
- Kerja keras dan disiplin adalah kunci utama untuk mencapai puncak prestasi.
- Tidak menyerah pada usia, karena Hendra membuktikan dirinya masih bisa juara dunia di usia 35 tahun lebih.
- Rendah hati meskipun sudah menjadi legenda dunia.
- Menjaga sportivitas sebagai nilai penting dalam olahraga.
- Tak heran jika banyak atlet muda menjadikan Hendra sebagai role model.
Hendra Setiawan bukan sekadar atlet, tetapi legenda bulu tangkis Indonesia yang telah mengharumkan nama bangsa di kancah dunia. Dari emas Olimpiade hingga juara dunia berkali-kali, prestasi yang ia raih sulit ditandingi. Bahkan di usia senja kariernya, Hendra tetap menunjukkan kualitas luar biasa.
Meski akan segera pensiun, perjalanan panjangnya akan selalu dikenang sebagai inspirasi bagi para atlet muda dan pecinta bulu tangkis. Hendra Setiawan telah membuktikan bahwa dengan kerja keras, kecerdasan bermain, dan ketekunan, seseorang bisa menjadi legenda sejati.




