Sejarah

Sinoman Hadrah Jadi Ajang Lestarikan Budaya Banjar

×

Sinoman Hadrah Jadi Ajang Lestarikan Budaya Banjar

Sebarkan artikel ini
sinoman hadrah
peserta sinoman hadrah yang merupakan kesenian khas masyarakat Banjar yang memadukan gerak tari, vokal, dan musik rebana. -Ist-

KITAINDONESIASATU.COM – Suasana Taman Budaya Kalimantan Selatan, dipenuhi lantunan sholawat dan tabuhan rebana. Sebanyak 12 grup sinoman hadrah dari Kabupaten Banjar, Kota Banjarmasin, dan Kota Banjarbaru tampil dalam lomba yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel melalui UPTD Taman Budaya.

Dalam lomba ini, dewan juri menilai berbagai aspek, mulai dari kekompakan pemain musik dan penari, kualitas vokal, hingga penampilan panggung. Firhansyah, salah satu juri, menegaskan bahwa inti dari sinoman hadrah adalah kebersamaan.“Kekompakan itulah yang membuat suasana jadi hidup dan meriah,” ujarnya.

Senada dengan itu, Muhammad Budi Zakia Sani mengingatkan bahwa sinoman hadrah bukan sekadar hiburan, melainkan seni Islami yang sarat adab. “Sholawat yang dibawakan dengan khusyuk dan gembira akan menyentuh hati pendengarnya,” jelasnya.

Juri lain, Setia Budi, berharap kesenian ini semakin berkembang ke depan. “Kalau bisa, tahun berikutnya pesertanya dari seluruh 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan, supaya sinoman hadrah makin dikenal luas,” ucapnya.

Sebagai catatan, sinoman hadrah merupakan kesenian khas masyarakat Banjar yang memadukan gerak tari, vokal, dan musik rebana. Biasanya ditampilkan dalam acara penyambutan tamu kehormatan, peringatan hari besar keagamaan, hingga pesta pernikahan. Seni ini lahir dari akulturasi budaya Islam-Arab dan Melayu, dengan syair berisi pujian kepada Nabi Muhammad SAW.(Anang Fadhilah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *