News

Kakak Beradik warga Biting Ponorogo Tewas Tertimbun Tanah di Sekitar Sungai Sumorobagun

×

Kakak Beradik warga Biting Ponorogo Tewas Tertimbun Tanah di Sekitar Sungai Sumorobagun

Sebarkan artikel ini
spill 7
Kondisi tanah longsor yang menewaskan dua orang penambang di Desa Biting, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo, Jumat (5/9/2025). foto: istimewa

KITAINDONESIASATU.COM – Kecelakaan memilukan terjadi di kawasan sekitar Sungai Sumorobangun, Desa Binting, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo, Jumat(5/9/2025) petang.

Dua orang dinyatakan tewas setelah tertimbun longsoran material tanah saat melakukan penambangan di area sungai desa setempat saat menjelang malam.

Diduga Pengemudi Ceroboh Saat Menyalip di Jalan Raya Tabrak Pemotor Wanita Muda di Perak Jombang

Dua korban tewas diketahui kakak beradik kandung bernama Sarno (50) dan Tukimun (44) dan seorang warga lainnya luka-luka bernma Leri (36) warga setempat yang juga masih satu kerabat dengan korban.

Menurut informasi yang diperoleh mengungkapkan sejumlah orang melakukan penambangan manual dengan peralatan seadanya berupa cangkul dan alat lainnya.

Mereka melakukan penambangan di sekitar aliran sungai sekitar Sumorobagun secara manual dengan peralatan seadanya.

Kedua kakak beradik ini memang sehari-harinya bekerja menggali pasir dan mengumpulkan batu di sungai untuk mereka jual.

Tak hanya kedua bersaudara saja yang mencari penghidupan dari area sungai itu, namun sejumlah warga memanang memiliki mata pencaharian dan mengantungkan kehidupannya dari mengumpulkan batu dan pasir.

Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujadi mengatakan dari hasil olah tempak kejadian perkara, jika dalam peristiwa itu murni kecelakaan dan tidak ada unsur tindak pidana.

Menurut Mujadi tidak ada indikasi tidak pidana, warga di sana memang menggantungkan hidup dari pasir dan batu di sungai kawasan itu, dengan menggunakan peralatan seadanya sepertu cangkul, linggis dll.

Menurut seorang saksi Mujiono peristiwa itu diketahui dari salah satu korban yang selamat dari longsoran tanah setinggi 2,5 meter.

Saat itu korban selamat meminta tolong kepada warga dikerahkan untuk membantu melakukan penggalian terhadap warga yang tertimbun tadi.

Warga kemudian bergerak melakukan pencarian warga yang tertimbun tanah dengan peralatan seadanya, sekitar 1 jam kemudian dua korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *