KITAINDONESIASATU.COM – Tradisi Gamelan Sekaten di Keraton Kanoman Cirebon bukan sekadar seni musik, tetapi juga media dakwah Islam sejak era Sunan Gunung Jati.
Simak sejarah, makna syahadatain, hingga perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di balik tradisi berusia ratusan tahun ini.
Kesultanan di Cirebon
Keraton Kasultanan Kanoman berdiri sejak tahun 1678 M dan menjadi salah satu dari empat kesultanan di Cirebon. Sejak awal berdirinya, keraton ini memegang peran penting dalam perkembangan Islam di Jawa Barat.
Tradisi Gamelan Sekaten Cirebon, peninggalan wali, hingga perayaan budaya Islam di Keraton Kanoman telah menjadi daya tarik sejarah sekaligus bukti kejayaan dakwah di masa lampau.
Tradisi Sekaten di Keraton Kanoman memiliki akar kuat dalam penyebaran Islam di Jawa, khususnya melalui peran Sunan Gunung Jati.
Perayaan ini berpusat pada Gamelan Sekaten dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Nama “Sekaten” berasal dari kata syahadatain, dua kalimat syahadat yang menjadi dasar iman umat Islam.
Tradisi ini menjadikan musik gamelan Cirebon sebagai media dakwah yang mampu menyentuh hati masyarakat.


