KITAINDONESIASATU.COM – Prospek ekonomi Indonesia pada sisa 2025 hingga 2026 dinilai tetap positif seiring kombinasi stimulus fiskal, kesepakatan dagang, serta kebijakan moneter yang lebih longgar.
Pandangan tersebut disampaikan J.P. Morgan Indonesia yang menilai keseimbangan antara dorongan pertumbuhan dan disiplin fiskal pemerintah akan menopang stabilitas ekonomi.
“Prospek ekonomi Indonesia untuk sisa tahun 2025 tetap menjanjikan, didorong oleh stimulus fiskal, perjanjian perdagangan, dan pelonggaran kebijakan moneter. Valuasi pasar yang menarik dan kebijakan strategis juga memberi prospek cerah pada sektor-sektor tertentu seperti barang konsumsi, properti, dan perbankan,” ujar Gioshia Ralie, CEO & Senior Country Officer J.P. Morgan Indonesia dalam siaran persnya, Kamis (4/9/2025).
Rancangan APBN 2026 yang baru diumumkan turut memperkuat optimisme. Pemerintah menargetkan pertumbuhan PDB 2026 sebesar 5,4% dengan proyeksi pendapatan fiskal tumbuh 9,8% secara tahunan.
Pada saat yang sama, defisit anggaran diperkirakan turun menjadi 2,48% dari PDB dibandingkan 2,78% pada 2025.
Pidato Presiden Prabowo menegaskan komitmen terhadap pemberantasan korupsi, reformasi birokrasi, serta pengelolaan sumber daya alam untuk mendukung pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan.
Dari sisi belanja, pemerintah mengalokasikan Rp335 triliun untuk Program Makanan Bergizi Gratis serta Rp83 triliun bagi program koperasi desa Merah Putih. Anggaran pendidikan dan kesehatan masing-masing naik 10% dan 16% yoy.
Dari sisi perdagangan internasional, kesepakatan dengan Amerika Serikat pada Juli 2025 memberikan sentimen positif bagi pasar. Tarif yang disepakati 19%, lebih rendah dari usulan awal 32%. Indonesia menjadi negara ASEAN kedua setelah Vietnam yang meneken perjanjian dagang serupa dengan AS.



