KITAINDONESIASATU.COM – Nama Zetro Leonardo Purba belakangan menjadi sorotan publik setelah kabar duka datang dari Lima, Peru. Diplomat muda Indonesia itu diberitakan meninggal dunia secara tragis pada Senin malam, 1 September 2025, setelah menjadi korban penembakan oleh dua orang tak dikenal. Kejadian ini tidak hanya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, tetapi juga mengguncang dunia diplomasi Indonesia.
Artikel ini akan mengulas profil, perjalanan karier, serta kronologi insiden yang menimpa Zetro Leonardo Purba. Mari kita mengenang sosoknya yang dikenal berdedikasi, ramah, dan profesional.
Siapa Zetro Leonardo Purba?
Zetro Leonardo Purba, atau dalam beberapa laporan disebut sebagai Leonardo Zetro Purba maupun Zetro Emanuel (Leonardo) Purba, merupakan diplomat muda yang saat itu bertugas di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Lima, Peru.
Usianya diperkirakan sekitar 40 tahun ketika ia meninggal dunia. Latar belakang pendidikannya berasal dari akuntansi, dan sejak tahun 2018 ia sudah mengantongi sertifikat sebagai Bendahara Negara Tersertifikasi (BNT). Hal ini menjadi modal kuat baginya untuk berkarier di jalur diplomasi, terutama di bidang administrasi keuangan dan pengelolaan organisasi.
Perjalanan Karier Diplomatik
Karier Zetro Leonardo Purba di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) menunjukkan perjalanan panjang yang penuh dedikasi. Berikut beberapa pencapaian pentingnya:
2019 – 2022: Bertugas di Melbourne
Ia ditempatkan di Konsulat Jenderal RI (KJRI) Melbourne, Australia. Di sana, Zetro dipercaya memegang tanggung jawab sebagai Bendahara dan Penata Kerumahtanggaan. Tugas ini menuntut ketelitian, kejujuran, serta manajemen administrasi yang sangat baik.
2024: Sub Manajer Kinerja Organisasi
Setelah kembali ke tanah air, ia menduduki posisi Sub Manajer Kinerja Organisasi di Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN. Jabatan ini menunjukkan pengakuan atas kapasitasnya dalam mengelola kinerja dan struktur organisasi di lingkungan kementerian.
2025: Penugasan di Lima, Peru
Awal tahun 2025, Zetro mendapatkan penugasan baru ke KBRI Lima. Ia mengemban jabatan sebagai Penata Kanselerai Muda, sebuah posisi penting yang berhubungan langsung dengan operasional administrasi kedutaan. Baru sekitar lima bulan menjalankan tugasnya di Peru, ia harus menghadapi akhir hidup yang tragis.
Sosok yang Ramah dan Rendah Hati
Banyak rekan kerja dan sahabat menggambarkan Zetro Leonardo Purba sebagai sosok yang ramah, rendah hati, dan mudah bergaul. Selain dikenal sebagai pekerja keras, ia juga pribadi yang penuh dedikasi dalam menjalankan tugas.
Di lingkungan kerja, Zetro dianggap sebagai profesional yang dapat diandalkan, terutama dalam mengelola urusan keuangan dan administrasi yang kompleks. Kejujurannya membuat banyak orang merasa nyaman bekerja bersamanya.
Kronologi Insiden Tragis di Lima
Kejadian yang menimpa Zetro Leonardo Purba terjadi pada 1 September 2025 di kawasan distrik Lince, Lima, Peru.
Saat itu, ia baru saja pulang bersepeda menuju apartemen tempat tinggalnya.
Tiba-tiba, dua orang pria tak dikenal yang mengendarai sepeda motor mendekatinya.
Tanpa basa-basi, pelaku menembakkan senjata api sebanyak tiga kali.
Satu peluru mengenai kepala Zetro hingga membuatnya tewas seketika di lokasi kejadian.
Lebih memilukan, insiden tersebut disaksikan langsung oleh istrinya, yang berada tidak jauh dari lokasi.
Polisi Peru mengungkap bahwa insiden ini bukanlah perampokan. Tidak ada barang berharga yang diambil dari korban, sehingga muncul dugaan bahwa ini adalah bentuk contract killing (pembunuhan berencana dengan bayaran). Hingga kini, otoritas setempat masih melakukan investigasi dan pengejaran terhadap para pelaku dengan operasi Plan Cerco.
Tanggapan Pemerintah Indonesia
Kabar duka ini langsung ditanggapi serius oleh pemerintah Indonesia. Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhum.
Pemerintah juga memastikan:
Proses investigasi berjalan transparan dan menyeluruh bekerja sama dengan pihak kepolisian Peru.
Pendampingan penuh diberikan kepada keluarga korban, termasuk rencana repatriasi jenazah ke tanah air.
Jaminan untuk pendidikan anak-anak Zetro, sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian beliau dalam dunia diplomasi.
Kehidupan Pribadi
Zetro Leonardo Purba dikenal sebagai sosok yang sangat mencintai keluarganya. Ia tinggal bersama istri dan tiga anak mereka di Lima selama masa penugasan. Meski sibuk dengan pekerjaan diplomatik, ia tetap menyempatkan waktu untuk bersama keluarga.
Tragedi yang merenggut nyawanya tentu menjadi luka yang dalam bagi keluarga kecil ini. Namun, dukungan dari pemerintah dan masyarakat Indonesia diharapkan dapat memberikan kekuatan bagi mereka.
Warisan dan Inspirasi
Meski perjalanannya terhenti begitu cepat, Zetro Leonardo Purba meninggalkan jejak yang menginspirasi banyak orang:
- Dedikasi tanpa pamrih dalam menjalankan tugas diplomatik.
- Integritas tinggi dalam mengelola urusan keuangan negara.
- Keramahan dan kerendahan hati yang membuatnya disayangi banyak orang.
Kisah hidupnya menjadi pengingat bahwa para diplomat tidak hanya bekerja di balik meja, tetapi juga menghadapi risiko besar di lapangan, bahkan hingga mempertaruhkan nyawa.
Profil Zetro Leonardo Purba adalah kisah tentang seorang diplomat muda Indonesia yang penuh dedikasi, namun harus gugur secara tragis di negeri orang. Dari perjalanan kariernya di Melbourne, Jakarta, hingga akhirnya di Lima, Zetro dikenal sebagai pribadi yang jujur, pekerja keras, dan sangat mencintai keluarganya.
Kematian beliau tidak hanya menjadi duka bagi keluarga, tetapi juga bagi bangsa Indonesia. Semoga warisan semangat dan dedikasinya terus menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya mereka yang ingin berkarier di dunia diplomasi.
