KITAINDONESIASATU.COM – Aksi demo yang berlangsung di berbagai daerah Indonesia baru-baru ini berujung ricuh, sejumlah fasilitas rusak, hingga penjarahan tak terhindarkan. Polisi pun terpaksa menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa yang semakin brutal. Namun, tahukah kamu bahwa gas air mata bukan sekadar membuat mata perih dan pandangan kabur? Zat kimia ini ternyata memiliki dampak serius bagi kesehatan, mulai dari gangguan pernapasan, iritasi kulit, bahkan bisa menyebabkan kerusakan permanen jika terpapar dalam jangka panjang.
Meski disebut lebih aman daripada peluru tajam, gas air mata tetap membawa risiko serius bagi kesehatan. Melansir laman klikdokter.com, berikut fakta mengejutkan yang wajib kamu tahu:
1. Mata Perih, Penglihatan Buram Gas ini langsung menyerang mata, bikin pedih, panas, hingga mata mengeluarkan air deras. Akibatnya, penglihatan jadi kabur bahkan nyaris tak terlihat.
2. Sesak Napas, Dada Terasa Terhimpit Menghirup gas air mata bisa memicu batuk hebat, nyeri dada, bahkan sesak napas karena iritasi paru-paru. Bahaya banget kalau ada yang punya masalah pernapasan.
3. Kulit Terbakar, Gatal, dan Iritasi Bukan cuma mata dan pernapasan, kulit pun kena imbas. Bisa terasa gatal, panas, hingga luka bakar kimia.
Gejala lain seperti pusing, mual, dan muntah juga mungkin terjadi. Meski efeknya biasanya hilang dalam hitungan menit, langkah pertama tetap penting, yakni segera menjauh dari lokasi, bilas area yang terkena dengan air bersih mengalir minimal 10 menit, dan lepas pakaian atau benda yang terkontaminasi.
Jangan anggap sepele. Jika gejala tak kunjung reda, segera cari pertolongan medis. (*)





