KITAINDONESIASATU.COM – Adrien Rabiot adalah salah satu gelandang papan atas asal Prancis yang kariernya penuh cerita menarik, baik di level klub maupun tim nasional. Pemain berpostur 1,91 meter ini dikenal sebagai sosok tangguh di lini tengah, dengan gaya bermain elegan, visi permainan matang, dan kemampuan serba bisa.
Dari masa mudanya di akademi PSG, petualangan singkat di Manchester City, hingga memperkuat Juventus dan Olympique de Marseille, perjalanan Adrien Rabiot menjadi bahan pembicaraan di dunia sepak bola modern.
Biodata Adrien Rabiot
- Nama Lengkap: Adrien Thibault Marie Rabiot
- Tempat, Tanggal Lahir: Saint-Maurice, Paris, 3 April 1995
- Kebangsaan: Prancis
- Usia: 30 tahun (2025)
- Tinggi Badan: 1,91 meter
- Posisi: Gelandang tengah (box-to-box, defensif, maupun ofensif)
- Kaki Dominan: Kiri
- Julukan: Le Duc (The Duke) karena gaya bermain elegan di lapangan
- Karier Awal: Dari Akademi ke PSG
Sejak kecil, Adrien Rabiot sudah menekuni sepak bola. Ia pernah bergabung dengan beberapa akademi, termasuk Créteil, Alfortville, bahkan sempat singkat merasakan atmosfer akademi Manchester City pada 2008. Namun, keputusan kembali ke Prancis menjadi titik balik kariernya.
Pada 2010, Rabiot masuk ke akademi Paris Saint-Germain (PSG). Bakatnya segera mencuri perhatian pelatih, hingga akhirnya debut di tim utama PSG pada 2012 di usia 17 tahun.
Perjalanan di Paris Saint-Germain (2012–2019)
Di PSG, Adrien Rabiot tumbuh menjadi salah satu gelandang muda terbaik Prancis. Selama tujuh tahun, ia mencatat lebih dari 150 penampilan dengan 13 gol. Bersama klub ibu kota Prancis itu, Rabiot meraih:
- 5 gelar Ligue 1
- 4 Coupe de France
- 5 Coupe de la Ligue
- 5 Trophée des Champions
Meski meraih banyak gelar, perjalanan Rabiot di PSG tak selalu mulus. Hubungannya dengan klub beberapa kali memanas, terutama terkait kontrak dan keputusan pelatih. Peran ibunya, Véronique Rabiot, yang juga berfungsi sebagai agennya, sering menimbulkan kontroversi dalam negosiasi.
Hijrah ke Juventus (2019–2024)
Setelah kontraknya di PSG berakhir, Rabiot pindah secara gratis ke Juventus pada 2019. Di Turin, ia berkembang menjadi gelandang andalan dengan gaya bermain lebih matang. Dalam kurun waktu 5 musim, ia mencatat lebih dari 150 penampilan dengan 18 gol.
Bersama Juventus, ia berhasil meraih:
- 1 gelar Serie A (Scudetto)
- 2 Coppa Italia
- 1 Supercoppa Italiana
Performanya di Juventus semakin mengukuhkan reputasinya sebagai gelandang box-to-box dengan stamina luar biasa, teknik halus, dan kemampuan mencetak gol penting.
Karier di Olympique de Marseille (2024–Sekarang)
Pada musim panas 2024, kontrak Adrien Rabiot dengan Juventus berakhir. Ia kemudian bergabung dengan Olympique de Marseille (OM) dengan kontrak hingga 2026.
Kepindahannya ke rival historis PSG ini menimbulkan banyak reaksi, namun Rabiot justru tampil impresif. Dalam musim pertamanya di Ligue 1 bersama OM, ia sukses mencetak 9 gol, angka yang cukup tinggi untuk seorang gelandang.
Namun, perjalanan Rabiot di Marseille kembali diwarnai kontroversi. Pada Agustus 2025, ia masuk daftar jual setelah terlibat insiden di ruang ganti bersama rekan setimnya, Jonathan Rowe. Klub menganggap perilaku tersebut tidak dapat diterima, sehingga masa depannya di OM kini diragukan.
Karier di Tim Nasional Prancis
Adrien Rabiot telah memperkuat tim nasional Prancis sejak level junior, mulai dari U16 hingga U21. Ia melakukan debut bersama tim senior pada 2016. Hingga kini, ia mencatat lebih dari 50 caps bersama Les Bleus.
Beberapa momen penting bersama Prancis:
- Euro 2020: tampil sebagai bagian penting skuat.
- UEFA Nations League 2021: ikut membawa Prancis menjadi juara.
- Piala Dunia 2022: tampil impresif hingga membawa Prancis ke final, meski akhirnya kalah dari Argentina.
- Euro 2024: menjadi bagian dari lini tengah utama tim asuhan Didier Deschamps.
Dengan kombinasi fisik, teknik, dan pengalaman, Rabiot masih dianggap sebagai salah satu pilar penting di lini tengah Prancis.
Gaya Bermain Adrien Rabiot
Adrien Rabiot dikenal sebagai gelandang modern yang fleksibel. Ia bisa bermain sebagai gelandang bertahan, box-to-box, maupun menyerang. Ciri khas gaya bermainnya antara lain:
- Kontrol bola elegan: gaya bermainnya tenang dan jarang panik saat ditekan lawan.
- Distribusi bola akurat: mampu memberikan umpan pendek maupun panjang dengan presisi tinggi.
- Daya jelajah tinggi: stamina dan fisiknya membuatnya bisa naik turun membantu serangan dan pertahanan.
- Kontribusi gol: meski bukan striker, ia kerap mencetak gol penting dengan tendangan jarak jauh atau pergerakan dari lini kedua.
- Kedewasaan taktik: bisa beradaptasi dengan berbagai sistem permainan, baik 4-3-3 maupun 3-5-2.
- Julukan “Le Duc” disematkan padanya karena penampilan anggun namun kuat di lapangan.
Kontroversi dan Karakter
Selain prestasi, Rabiot juga dikenal karena beberapa kontroversi. Di PSG, ia pernah bersitegang soal kontrak. Di timnas, ia sempat menolak jadi pemain cadangan untuk Piala Dunia 2018, sebuah keputusan yang sempat membuatnya dibekukan dari skuat.
Peran sang ibu sekaligus agen, Véronique Rabiot, juga kerap menambah bumbu dalam kisah kariernya. Ia dikenal vokal dalam membela anaknya, namun kadang memicu konflik dengan klub.
Statistik Karier Adrien Rabiot (hingga 2025)
- PSG: 150+ penampilan, 13 gol
- Juventus: 157 penampilan, 18 gol
- Marseille: 30+ penampilan, 9 gol
- Timnas Prancis: 50+ caps, 3 gol
Adrien Rabiot adalah sosok gelandang dengan karier penuh dinamika. Dari PSG hingga Juventus, lalu Marseille, ia membuktikan kualitasnya sebagai pemain top Eropa. Meski sering diwarnai kontroversi, kemampuannya di lapangan tidak diragukan lagi.
Bagi tim nasional Prancis, Rabiot tetap menjadi andalan dengan pengalaman internasional yang kaya. Sedangkan di level klub, masa depannya kini menarik untuk ditunggu, terutama setelah konflik yang membuatnya masuk daftar jual di Marseille.
Sebagai pemain berusia 30 tahun, Rabiot masih punya beberapa musim produktif. Apakah ia akan bertahan di Ligue 1, kembali ke Serie A, atau mencoba tantangan baru di Premier League? Waktu yang akan menjawab.
