KITAINDONESIASATU.COM – Kementerian Agama (Kemenag) untuk pertama kalinya akan menggelar Musabaqah Hifzil Qur’an (MHQ) Internasional khusus penyandang disabilitas netra. Ajang bersejarah ini akan berlangsung pada 1–3 September 2025 di Jakarta, sebagai bagian dari rangkaian Blissful Mawlid yang digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam).
Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad, menyebut penyelenggaraan MHQ internasional ini merupakan bentuk penghargaan terhadap ketekunan para penghafal Al-Qur’an yang memiliki keterbatasan fisik.
“Pelaksanaan kegiatan perdana ini adalah wujud komitmen Kemenag dalam mendorong inklusivitas serta kesetaraan akses nilai-nilai keislaman di tingkat global,” ujar Abu di Jakarta, dikutip Sabtu, 30 Agustus 2025.
Gelaran ini merupakan hasil kolaborasi Ditjen Bimas Islam dengan Rabithah ‘Alam Islami atau Liga Muslim Dunia, organisasi Islam nonpemerintah terbesar yang berpusat di Makkah, Arab Saudi. Sebanyak 15 peserta dari 12 negara dipastikan hadir setelah lolos dari tahapan seleksi ketat hingga menuju grand final di Jakarta.
Rangkaian penyambutan peserta dijadwalkan berlangsung pada 31 Agustus 2025. Lomba akan dibuka di Hotel Sahid Jakarta dan ditutup megah di Jakarta Convention Center (JCC). MHQ akan mempertandingkan lima cabang hafalan, yakni 30 juz dengan Matan Jazari, 30 juz tanpa Matan Jazari (putra), 30 juz tanpa Matan Jazari (putri), 20 juz, dan 10 juz.
Untuk menjaga kualitas, dewan hakim terdiri dari lima orang, yakni tiga berasal dari Arab Saudi dan dua dari Indonesia.
Selain kompetisi, ajang ini juga dimeriahkan Festival Shalawat Nabi, talkshow inspiratif bertajuk Cinta Nabi Gaya Gen-Z, hingga Haflah Tilawatil Qur’an.
“MHQ internasional ini bukan hanya sekadar lomba, tapi juga perayaan cinta umat pada Al-Qur’an dan Nabi Muhammad SAW,” tutup Abu. (*)



