KITAINDONESIASATU.COM – Presiden Prabowo Subianto akhirnya buka suara soal penangkapan eks Wamenaker Immanuel Ebenezer alias Noel dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Prabowo blak-blakan mengaku malu karena anak buahnya itu ikut menikmati dugaan hasil pemerasan sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Prabowo menegaskan sejak awal sudah berikrar tak akan membela siapa pun yang nekat main korupsi, bahkan anggota partainya sendiri.
“Di MPR saya sudah bilang, kalau ada orang Gerindra terlibat pelanggaran, saya tidak akan lindungi. Eh, beberapa hari kemudian ada anggota yang ketangkap. Saya cukup malu, padahal orangnya sebenarnya menarik, mungkin khilaf,” kata Prabowo dalam pidatonya di ICE BSD, Kamis, 28 Agustus 2025.
Noel yang sempat jadi anggota Gerindra, kini resmi menyandang status tersangka bersama 10 orang lain. Ia disebut menikmati uang haram Rp3 miliar plus motor Ducati dari hasil permainan sertifikasi K3 yang nilainya mencapai Rp81 miliar sejak 2019.
Sekjen Partai Gerindra Sugiono menegaskan Noel bukan kader resmi, hanya pemegang KTA untuk maju sebagai caleg. Setelah ditetapkan tersangka, keanggotaan Noel bakal dievaluasi dan dicabut permanen.
Prabowo pun kembali memperingatkan seluruh pejabat agar menjauhi praktik kotor. Ia menegaskan sudah bersumpah menciptakan pemerintahan yang bersih.
“Saya sudah disumpah, saya akan menegakkan, saya akan menjalankan kewajiban saya, karena saya sudah bersumpah, saya takut pada Yang di Atas dan saya takut mengecewakan rakyat Indonesia, itu,” ujarnya.
Dalam kasus ini, KPK menetapkan 11 tersangka, termasuk pejabat Kemenaker hingga pihak swasta. Selisih biaya sertifikasi yang seharusnya Rp275 ribu melambung jadi Rp6 juta per orang, dengan aliran dana jumbo ke banyak pihak. (*)


