Berita Utama

Heboh! Dwi Hartono Ternyata Residivis Kasus Pemalsuan Ijazah

×

Heboh! Dwi Hartono Ternyata Residivis Kasus Pemalsuan Ijazah

Sebarkan artikel ini
Dwi Hartono yang Pernah Ingin Bangun Helipad Kini Jadi Tersangka Kasus Ilham Pradipta
Dwi Hartono yang Pernah Ingin Bangun Helipad Kini Jadi Tersangka Kasus Ilham Pradipta

KITAINDONESIASATU.COM – Dwi Hartono, yang telah ditetapkan sebagai otak di balik kasus pembunuhan tragis Kepala Cabang Bank BUMN, diketahui merupakan seorang residivis dengan riwayat kejahatan sebelumnya. Informasi terbaru mengungkapkan bahwa Dwi Hartono ternyata pernah divonis PN Semarang dalam kasus pemalsuan ijazah pada tahun 2012.

Kasus yang menjeratnya saat itu adalah pemalsuan ijazah SMA Paket C dan manipulasi nilai. Dengan menggunakan nama alias Ferry dan memiliki bimbingan belajar bernama “Smart Solution”, ia berhasil memasukkan lima mahasiswa ke Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang. Atas perbuatannya tersebut, Dwi Hartono dijatuhi hukuman dua tahun penjara.

Informasi yang membuat heboh netizen ini dibenarkan Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Darma Sena, Rabu 27 Agustus 2025. Diungkapkan, Dwi Hartono sempat tersandung kasus pemalsuan ijazah. Dwi Hartono memalsukan ijazah tingkat SMA dalam sekolah paket C.

Latar belakang kriminal yang dimiliki Dwi Hartono ini menambah kompleksitas pada kasus pembunuhan yang sedang ditangani oleh pihak kepolisian. Saat ini, Dwi Hartono dan beberapa tersangka lain telah ditangkap dan sedang menjalani proses hukum lebih lanjut terkait pembunuhan berencana ini.

Pengungkapan riwayat kejahatan ini memberikan gambaran lebih jelas mengenai karakter pelaku yang kini menjadi sorotan publik. Pihak berwenang terus mendalami motif di balik kejahatan ini, sambil memastikan semua pelaku mendapatkan hukuman setimpal.

Sebelumnya Polda Metro Jaya menangkap 15 orang terkait penculikan dan pembunuhan yang menimpa Kacab BRI Cempaka Putih Ilham Pradipta. Mereka terdiri dari penculik, pengintai, penganiaya korban hingga tewas dan otak kejahatan tersebut yang diduga mengarah ke Dwi Hartono.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *