KITAINDONESIASATU.COM – Kebas bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari aktivitas harian seperti duduk atau berdiri dalam posisi yang sama terlalu lama, hingga menjadi gejala penyakit tertentu.
Kebas, yang ditandai dengan hilangnya sensasi pada bagian tubuh, dapat terjadi secara sebagian (hipestesia) atau total (anestesi), dan sering disertai dengan kesemutan.
Penyebab utamanya bisa karena tekanan pada saraf, kerusakan pada kulit, atau kondisi medis tertentu.
Aktivitas harian seperti duduk bersila atau tidur dengan posisi yang tidak nyaman dapat menyebabkan kebas sementara. Namun, jika kebas terus terjadi tanpa sebab yang jelas, penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter.
BACA JUGA: Saktinya Teh Hijau untuk Kesehatan Kulit
Beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkannya termasuk carpal tunnel syndrome, migrain, stroke, diabetes, multiple sclerosis, dan sindrom Raynaud. Selain itu, konsumsi alkohol berlebihan, terapi radiasi, atau kekurangan vitamin B juga bisa memicunya.
Gejalanya dapat disertai dengan sensasi seperti kesemutan, rasa terbakar, atau seperti tertusuk jarum.
Dalam beberapa kasus, kondisi ini bisa menjadi tanda kondisi serius, terutama jika disertai dengan gangguan bicara, penglihatan, atau kesulitan bergerak.
Pengobatannya tergantung pada penyebabnya. Kebas ringan bisa diatasi dengan langkah-langkah seperti berbaring telentang, menggunakan kompres hangat atau dingin, memijat area yang terkena, atau merendam kaki dalam air garam hangat.
Jika disebabkan oleh kondisi medis, dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan, terapi fisik, atau bidai.
Untuk mencegah kebas, penting untuk menjaga kesehatan saraf dengan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan kaya vitamin B12, rutin berolahraga, menghindari faktor risiko seperti merokok, dan istirahat yang cukup.
Jika kebas terus berlanjut tanpa sebab yang jelas, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat.- ***


