KITAINDONESIASATU.COM – Kerja keras petugas Polda Metro Jaya dalam memburu aktor intelektual pembunuhan Kepala Cabang BRI Cempaka Putih membuahkan hasil. Polisi berhasil menangkap empat aktor utama di balik kasus penculikan dan pembunuhan Ilham Pradipta (37). Penangkapan ini merupakan bagian dari pengembangan kasus setelah empat pelaku sebelumnya juga telah diringkus.
Para pelaku yang baru ditangkap adalah C, DH, YJ, dan AA. Mereka dibekuk oleh Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya di lokasi berbeda di Solo dan kawasan PIK, Jakarta Utara. Penangkapan ini dilakukan setelah polisi mengantongi identitas mereka yang diduga kuat sebagai otak di balik tindak keji tersebut.
Sebelumnya, empat pelaku lainnya berinisial AT, RS, RAH, dan RW sudah lebih dulu ditangkap. RW bahkan diamankan di bandara Labuan Bajo, NTT, saat hendak melarikan diri. Penangkapan ini membuktikan bahwa kasus ini melibatkan lebih banyak orang dari yang diperkirakan.
Berdasarkan penyelidikan, diketahui bahwa para pelaku yang ditangkap sebelumnya bekerja sebagai debt collector. Motif di balik kejahatan ini masih terus didalami, namun penangkapan para aktor utama ini diharapkan bisa mengungkap motif sebenarnya dan kronologi lengkap dari kasus yang menggemparkan tersebut.
Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim membenarkan pihaknya sudah mengamankan 4 pelaku utama pembunuhan disertai penculikan yang menimpa Ilham Pradipta.
Sebelumnya, Ilham Pradipta ditemukan tewas di Serang Baru, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (21/8) pagi. Ilham tewas setelah diculik para pelaku setelah selesai melaksanakan meeting bersama rekan kerjanya di supermarket di Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Rabu (20/8).
Momen Ilham diculik terekam CCTV. Dari rekaman itu terlihat, Ilham berjalan menuju parkiran lalu membuka mobilnya yang berkelir hitam.
Tanpa dia sadari, para pelaku rupanya sudah ada di lokasi dan memarkirkan mobil putih tepat di samping mobil Ilham. Saat membuka pintu mobil, Ilham disergap para pelaku dan dimasukkan ke dalam mobil putih. Keesokan harinya pada Kamis (20/8) korban sudah tewas akibat penganiayaan.

