KITAINDONESIASATU.COM – Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan (Dispora Kalsel) menggelar kegiatan bertajuk “Penguatan Kemandirian Ekonomi Keluarga Menuju Keluarga Muda Berdaya” di Banjarmasin, Minggu (24/8/2025). Program ini ditujukan bagi pemuda yang tengah mempersiapkan diri menuju kehidupan berkeluarga dengan fokus pada pembentukan generasi mandiri dan produktif secara ekonomi.
Pelaksana tugas Kepala Dispora Kalsel, M. Fitri Hernadi, mengatakan kegiatan ini dirancang untuk membekali para pemuda bukan hanya dari sisi mental dalam membangun rumah tangga, tetapi juga dari sisi ekonomi. “Ini adalah pelatihan untuk para pemuda yang sudah matang secara usia dan mulai bersiap membangun keluarga. Kita ingin menggeser mindset mereka, dari sekadar menjadi pekerja menjadi pencipta lapangan kerja melalui wirausaha,” ujarnya.
Fitri menambahkan, program serupa akan terus digalakkan sebagai bagian dari strategi meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) di Kalimantan Selatan, khususnya di sektor ekonomi. “Kami ingin anak-anak muda tidak hanya siap secara emosional dan sosial, tetapi juga memiliki visi ekonomi jangka panjang. Ketika keluarga muda kuat secara ekonomi, maka mereka akan menjadi fondasi kuat dalam pembangunan bangsa,” tegasnya.
Kegiatan ini juga melibatkan narasumber dari Kementerian Koperasi dan UKM RI, yakni Asisten Deputi Inkubasi dan Digitalisasi Wirausaha, Irwansyah Putra Panjaitan. Menurutnya, antusiasme peserta menunjukkan bahwa minat wirausaha di kalangan pemuda semakin meningkat.
“Meski dilaksanakan pada Sabtu sore, semangat peserta luar biasa. Ini menandakan bahwa wirausaha kini mulai dianggap sebagai pilihan utama, bukan cadangan. Anak muda yang memilih menjadi pengusaha bukan hanya menyelamatkan diri sendiri, tetapi juga berkontribusi mengurangi pengangguran dan kemiskinan,” jelas Irwansyah.
Selain pembekalan motivasi, peserta juga mendapat wawasan praktis mengenai peluang ekonomi berbasis teknologi, digitalisasi usaha, hingga strategi mengembangkan bisnis mikro yang berdampak bagi keluarga dan masyarakat sekitar.
Dengan pendekatan kolaboratif antara pemerintah daerah, pusat, dan berbagai pemangku kepentingan, kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing. Lebih dari itu, mereka juga diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa pengaruh positif di lingkungannya.(Anang Fadhilah)

