KITAINDONESIASATU.COM – Stretch mark adalah guratan pada kulit yang muncul akibat peregangan berlebihan dalam waktu singkat.
Kondisi ini biasanya dialami oleh ibu hamil atau seseorang yang mengalami kenaikan maupun penurunan berat badan secara drastis.
Guratan tersebut bisa berwarna merah muda, ungu, kebiruan, coklat tua, hingga merah, dan umumnya muncul di perut, dada, paha, pinggul, maupun bokong.
Meski tidak membahayakan kesehatan, stretch mark kerap dianggap mengganggu penampilan dan terkadang menimbulkan rasa gatal.
Terdapat berbagai metode yang dapat dilakukan untuk membantu menyamarkan atau mengurangi stretch mark.
Pertama, penggunaan krim retinoid, seperti tretinoin, yang dapat meningkatkan produksi kolagen sehingga kulit kembali kencang.
Namun, jenis krim ini tidak disarankan untuk ibu hamil dan menyusui karena berisiko membahayakan janin.
Kedua, krim asam hialuronat (HA) juga bermanfaat dalam merangsang pembentukan kolagen.
Namun, tingkat keamanan penggunaannya pada ibu hamil maupun menyusui masih belum dapat dipastikan sepenuhnya.
Alternatif lain adalah penggunaan bahan alami seperti minyak rosehip atau minyak argan yang terbukti dapat membantu memperbaiki tampilan kulit.
Selain perawatan oles, tersedia juga prosedur medis, misalnya microneedling, yaitu teknik dengan jarum kecil untuk merangsang produksi kolagen dan elastin.
Selain itu, terdapat prosedur mikrodermabrasi, yaitu teknik eksfoliasi untuk mengangkat sel kulit mati sehingga merangsang pertumbuhan kulit baru yang lebih elastis.
Sementara itu, terapi laser dikenal cukup efektif dalam merangsang regenerasi sel kulit dan memperbaiki tekstur kulit yang memiliki stretch mark.
Meskipun banyak metode yang ditawarkan, hasil bisa berbeda pada setiap orang.
Oleh karena itu, penting untuk memilih cara yang tepat dan aman sesuai kondisi kulit serta berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalani perawatan.-***


