Sosok

Profil Komjen Ahmad Dofiri: Karier, Prestasi, dan Perjalanan Hidup

×

Profil Komjen Ahmad Dofiri: Karier, Prestasi, dan Perjalanan Hidup

Sebarkan artikel ini
Ahmad Dofiri

KITAINDONESIASATU.COM – Komjen Ahmad Dofiri adalah salah satu perwira tinggi Polri yang dikenal dengan rekam jejak gemilang, integritas kuat, serta gaya kepemimpinan yang tegas namun tetap mengedepankan nilai-nilai moral.

Sosok yang pernah tumbuh di lingkungan pesantren ini kini dipercaya menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) sejak November 2024.

Latar Belakang dan Pendidikan Ahmad Dofiri

Ahmad Dofiri lahir di Indramayu, Jawa Barat, pada 4 Juni 1967. Sejak kecil, ia dikenal disiplin dan memiliki semangat belajar tinggi. Didikan pesantren membentuk kepribadian religius dan menanamkan nilai etika yang kemudian sangat berpengaruh dalam perjalanan kariernya di kepolisian.

Setelah menamatkan pendidikan dasar dan menengah, Ahmad Dofiri melanjutkan ke Akademi Kepolisian (Akpol). Ia lulus pada tahun 1989 sebagai lulusan terbaik dan menerima penghargaan bergengsi Adhi Makayasa. Penghargaan ini diberikan kepada taruna dengan prestasi akademik, fisik, serta kepribadian terbaik di angkatannya.

Tidak berhenti di situ, ia terus mengembangkan diri melalui pendidikan lanjutan:

  • Pascasarjana Kajian Ilmu Kepolisian Universitas Indonesia (2000)
  • Pendidikan khusus kepolisian: Dikjur Serse Umum (1992), Daspa Brimob (1994)
  • Pendidikan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK, 1996)
  • Sespim Polri (2003) dan Sespimti Polri (2012)

Pendidikan formal dan profesional ini menjadi bekal utama Ahmad Dofiri dalam menempati berbagai jabatan strategis di tubuh Polri.

Perjalanan Karier Ahmad Dofiri

Kariernya dimulai dari level paling bawah, yaitu sebagai Kanit Resintel Polsekta Tangerang pada tahun 1990-an. Dari sini, ia mendapatkan pengalaman lapangan yang membentuk ketangguhan dan kepekaan dalam menangani kasus kriminalitas.

Seiring waktu, Ahmad Dofiri dipercaya menempati berbagai jabatan operasional, di antaranya:

  • Danton Tar Akpol
  • Kapolsekta Ciledug
  • Peneliti Ahli di PPITK-PTIK

Pengalaman ini menjadi fondasi kuat yang memperkuat kemampuan kepemimpinan dan manajerialnya.

Pada dekade 2000-an, kariernya semakin melesat. Ia pernah menjabat sebagai:

  • Kapolres Bandung (2007)
  • Wakapolwiltabes Bandung
  • Kapoltabes Yogyakarta (2009)
  • Wakapolda DIY (2013)

Jabatan-jabatan ini menunjukkan kepercayaan tinggi dari institusi Polri terhadap kemampuannya dalam memimpin satuan besar di tingkat kota hingga provinsi.

Kepemimpinan Ahmad Dofiri kemudian merambah ke level nasional. Beberapa jabatan strategis yang pernah ia emban, antara lain:

  • Karobinkar SSDM Polri (2014)
  • Kapolda Banten (2016)
  • Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (2016–2019)
  • Asisten Logistik Kapolri (2019–2020)
  • Kapolda Jawa Barat (2020–2021)

Selama menjabat di berbagai wilayah, ia dikenal dekat dengan masyarakat serta mampu menjaga kondusifitas daerah yang dipimpinnya.

Puncak Karier: Kabaintelkam hingga Wakapolri

Ahmad Dofiri mencapai puncak karier dengan menduduki jabatan elit di Mabes Polri, antara lain:

  • Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri (2021–2023)
  • Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri (2023–2024)

Sebagai Kabaintelkam, ia terlibat langsung dalam penanganan isu keamanan nasional, mulai dari radikalisme hingga stabilitas politik. Sedangkan saat menjabat Irwasum, ia berperan penting dalam pengawasan internal Polri, memastikan integritas dan disiplin di jajaran kepolisian.

Puncaknya, pada 11 November 2024, Ahmad Dofiri resmi dilantik sebagai Wakapolri menggantikan Komjen Agus Andrianto. Jabatan ini menempatkannya sebagai orang nomor dua di kepolisian, mendampingi Kapolri dalam memimpin lebih dari 400 ribu personel Polri di seluruh Indonesia.

Integritas dan Gaya Kepemimpinan Ahmad Dofiri

Salah satu sisi menarik dari sosok Ahmad Dofiri adalah latar belakangnya sebagai santri pesantren. Nilai religius dan moralitas yang kuat membuatnya dikenal sebagai pemimpin yang adil, humanis, namun tetap tegas.

Hal ini terlihat ketika ia menjadi Ketua Komisi Etik Polri yang menangani kasus Ferdy Sambo. Ahmad Dofiri memimpin jalannya sidang etik dengan tegas dan memastikan keadilan ditegakkan. Keputusan ini memperlihatkan integritasnya dalam menegakkan disiplin di tubuh Polri.

Selain itu, ia juga dikenal mengedepankan pendekatan humanis dalam memimpin. Bagi Ahmad Dofiri, polisi tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga harus hadir sebagai sahabat masyarakat.

Penghargaan dan Prestasi

Sepanjang kariernya, Ahmad Dofiri menerima berbagai penghargaan atas dedikasi dan prestasinya, di antaranya:

  • Adhi Makayasa Akpol 1989
  • Bintang Bhayangkara Nararya
  • Bintang Bhayangkara Pratama
  • Penghargaan atas jasa dan dedikasi dalam berbagai operasi keamanan nasional

Penghargaan ini menegaskan kontribusi besarnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat Indonesia.

Komjen Ahmad Dofiri adalah sosok perwira tinggi Polri yang menorehkan jejak panjang dan berharga dalam perjalanan hidupnya. Dari anak pesantren di Indramayu, ia berhasil menjadi salah satu tokoh penting dalam kepolisian Indonesia. Dengan bekal pendidikan, integritas, serta pengalaman di berbagai level kepolisian, Ahmad Dofiri kini mengemban tanggung jawab besar sebagai Wakapolri 2024.

Dengan gaya kepemimpinan tegas, humanis, dan berlandaskan nilai moral, Ahmad Dofiri diharapkan mampu membawa Polri menjadi institusi yang lebih profesional, transparan, dan dicintai masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *