KITAINDONESIASATU.COM – Tim Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) Kota Banjarmasin terus menggeber upaya menghidupkan kembali penggunaan bahasa Banjar di kalangan generasi muda. Program ini dijalankan atas mandat Balai Bahasa melalui Dinas Pendidikan, mengingat bahasa Banjar kini berada di zona kuning alias terancam punah.
“Bahasa daerah adalah identitas dan bagian penting dari budaya. Kalau bahasa hilang, peradaban daerah itu juga ikut hilang,” ujar Koordinator Tim RBD Kota Banjarmasin, Muhammad Salehhuddin Fazri, Jumat (15/8/2025).
Pria yang akrab disapa Fajar ini mengakui, tantangan mereka tidak ringan. Mulai dari stigma bahwa bahasa Banjar kurang gaul, hingga menurunnya kesopanan berbahasa akibat pengaruh media sosial.
“Kami ingin bahasa Banjar yang halus kembali digunakan, supaya adab anak-anak juga terbentuk,” ucapnya.
Fajar berkata, bahwa program revitalisasi ini dikemas lewat lima genre kegiatan kreatif. Mulai dari menulis kisah handap (cerita pendek), menulis puisi, berpidato, bekisah (bercerita), hingga bapandung (teater tutur).
“Lewat kegiatan ini, kosakata bahasa Banjar akan bertambah dan memicu revitalisasi secara alami,” katanya.
Pelestarian bahasa daerah sudah diatur dalam undang-undang dan harus konsisten dilakukan. “Kalau tidak, penutur aslinya akan makin berkurang,” ujarnya.
Untuk memperluas jangkauan, RBD memanfaatkan media sosial dan menggelar program “Satu Hari Berbahasa Banjar” di sekolah-sekolah.
“Selain guru, kami juga mengajak mahasiswa, budayawan, dan kreator konten untuk ikut menghidupkan bahasa Banjar,” tambahya.
Ke depan, gerakan ini diharapkan bisa merangkul semua kalangan, khususnya generasi muda, agar bangga berbahasa Banjar. “Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi,” tegasnya. (Anang Fadhilah)



