KITAINDONESIASATU.COM – Sebuah perubahan yang tak terduga sedang terjadi di kalangan Gen Z atau mereka yang lahir antara 1997 hingga 2012. Generasi yang dikenal tumbuh bersama smartphone ini justru mulai melirik kembali perangkat klasik seperti ponsel dasar dan ponsel flip.
Sebagaimana dikutip dari beberapa sumber, langkah tersebut bukan sekadar nostalgia atau tren iseng. Tetapi merupakan pilihan Gen Z, di tengah kelelahan akibat notifikasi tanpa henti dan kekhawatiran soal privasi data.
Mereka, Gen Z menginginkan kembali fokus, ruang untuk berpikir, dan kebebasan dari algoritma yang mengatur atensi.
Dari Media Sosial ke Detoks Digital
Dulu, media sosial dianggap sebagai tempat untuk terhubung. Kini, platform tersebut lebih mirip arena pertarungan perhatian, di mana pengguna “dijual” kepada iklan dan algoritma.
Riset menunjukkan hampir separuh remaja berada “online hampir sepanjang waktu”. Namun sejak 2021, rata-rata waktu Gen Z di media sosial mulai menurun. Satu dari lima di antaranya sudah mencoba bentuk detoks digital—mengurangi atau bahkan berhenti sama sekali menggunakan aplikasi tertentu demi kesehatan mental.
Daya Tarik Teknologi Jadul
Di tengah banjir informasi, teknologi klasik terasa seperti oase. Ponsel dengan tombol fisik, e-reader tanpa media sosial, hingga ponsel flip yang baterainya tahan seminggu kini jadi idola baru. Fenomena ini bahkan ramai di TikTok, dengan jutaan views untuk konten bertema “digital minimalism” dan “flip phone challenge”.


