KITAINDONESIASATU.COM -Suasana duka menyelimuti Kota Bogor usai insiden kecelakaan kerja yang merenggut nyawa almarhum Agus Haris Mulyana, pegawai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kabupaten Bogor.
Tragedi yang memicu sorotan terhadap keselamatan kerja di lokasi pengelolaan sampah itu mendorong Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, turun langsung mendatangi rumah duka almarhum di Kampung Rangga Mekar, RT 2/RW 12, Kelurahan Rangga Mekar, Kecamatan Bogor Selatan.
Kedatangan Dedie tidak sendiri. Ia didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi; Asisten Perencanaan dan Pembangunan Pemkot Bogor, Hanafi; Kepala Bagian Kesejahteraan Pemkot Bogor, Abdul Wahid; serta unsur Muspika setempat. Kehadiran mereka menjadi bentuk penghormatan dan rasa belasungkawa atas pengabdian almarhum selama bertugas di DLH Kota Bogor.
Sebelumnya, pada Senin pagi sekitar pukul 09.00 WIB, kecelakaan kerja terjadi di area TPA Galuga. Informasi awal yang diterima menyebutkan, alat berat yang dioperasikan korban terperosok akibat bukaan tumpukan sampah di lokasi.
“Kami masih mendalami kronologis pastinya. Sepintas, dari keterangan teman-teman DLH, bukan longsor, melainkan adanya titik bukaan sampah yang menyebabkan alat berat terperosok,” ujar Dedie A. Rachim di lokasi rumah duka.
Dedie menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tingkat keamanan area kerja di TPA Galuga. Dengan luas lahan mencapai 38 hektare, saat ini sekitar 7-8 hektare sudah digunakan untuk pembuangan sampah.
“Kita akan pastikan lokasi pembuangan aman bagi petugas. Kalau memang di titik itu terlalu berisiko, kita cari lokasi lain. Jangan sampai nyawa pegawai kita kembali terancam,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga korban dan berharap insiden serupa tidak kembali terulang di masa mendatang. “Semoga keluarga diberikan ketabahan dan almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya,” ucapnya. (Nicko)



